TLDR
Unit pembangkit listrik tenaga batu bara pertama di Qinghai mulai beroperasi untuk mendukung jaringan listrik yang lebih stabil. Proyek ini menggunakan teknologi ultra-supercritical untuk meningkatkan efisiensi pembakaran batu bara di ketinggian tinggi. Pembangkit listrik ini memberikan cadangan fleksibel untuk mendukung pembangkit energi terbarukan yang semakin banyak di daerah tersebut. Pomodo.id - Sebuah unit pembangkit batubara berkapasitas 660 megawatt mulai beroperasi secara komersial di Golmud, Provinsi Qinghai, Tiongkok, setelah berhasil menyelesaikan uji coba selama 168 jam. Ini adalah unit pertama dari dua unit dalam proyek pembangkit batubara ultra-superkritis di ketinggian tertinggi di Tiongkok, yang berada pada ketinggian rata-rata sekitar 2.850 meter. Proyek ini dirancang untuk membantu menstabilkan jaringan listrik di Qinghai dengan menyesuaikan output saat produksi energi terbarukan bervariasi.Unit ini menghadapi tantangan unik dalam proses pembakarannya. Udara tipis di area ini membuatnya lebih sulit untuk membakar batubara secara efisien karena rendahnya tekanan atmosfer mengurangi ketersediaan oksigen untuk proses pembakaran. Untuk mengatasi ini, proyek ini menggunakan bantuan oksigen pada tahap awal pembakaran untuk membantu boiler menyala, serta kontrol pembakaran terpisah agar dapat terus beroperasi dengan stabil saat output unit sangat rendah. Dengan modifikasi ini, unit dapat membakar batubara meskipun sulit, dan menyesuaikan outputnya sesuai dengan permintaan di jaringan listrik.Teknologi ultra-superkritis yang digunakan di dalamnya beroperasi dengan uap di atas suhu 580 derajat Celsius dan tekanan di atas 24 megapaskal. Kondisi ini memungkinkan pembangkit untuk menghasilkan lebih banyak listrik dari jumlah batubara yang sama. Ini menjadi penting karena dunia menghadapi tantangan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan energi.
Teknologi Ultra-Superkritis
Teknologi ultra-superkritis adalah metode di mana pembangkit listrik menggunakan uap dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi, yang memungkinkan efisiensi pembakaran lebih tinggi. Banyak orang berpikir bahwa penggunaan batubara selalu identik dengan polusi tinggi, tetapi teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi. Dengan mengadopsi teknologi seperti ini, pembangkit batubara dapat berkontribusi dalam peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih.
Namun, ada keterbatasan dari pengembangan ini. Sementara proyek ini memberikan solusi untuk stabilitas jaringan di Qinghai, masih ada kekhawatiran tentang ketergantungan pada bahan bakar fosil. Meski teknologi baru ini meningkatkan efisiensi, dampak lingkungan dari penggunaan batubara tetap menjadi perhatian. Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan yang lebih bersih sangat penting untuk masa depan berkelanjutan.Bagi pembaca muda di Indonesia, perkembangan ini menggambarkan bagaimana inovasi teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan energi. Sebagai calon profesional di bidang energi atau teknik, pemahaman tentang teknologi mutakhir seperti ultra-superkritis akan menjadi penting. Karir di bidang energi terbarukan dan efisiensi energi akan terus berkembang seiring dengan permintaan untuk solusi energi yang lebih bersih. Sebagai generasi yang akan dibebani dengan dampak perubahan iklim, mendalami teknologi ini bisa menjadi investasi bagi masa depan mereka. Keahlian dalam teknologi yang mengingatkan pada pengembangan ini akan semakin dicari oleh perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sedang memfokuskan perhatian pada transisi energi bersih.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 21.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)