TLDR
Penelitian tentang otak ikan purba memberikan wawasan tentang evolusi kontrol motorik pada vertebrata modern. Ada perbedaan signifikan antara struktur otak manusia dan ikan purba yang mempengaruhi fungsi motorik. Pendidikan tentang evolusi otak dapat mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi dalam bidang biomedis dan teknologi. Pomodo.id - Mengapa belahan otak kanan mengendalikan sisi kiri tubuh, dan sebaliknya? Dua ahli saraf dari Departemen Neurosains, Fakultas Kedokteran Universitas Minnesota, Amerika Serikat, Martin W. Wessendorf dan Daniel Delie Wang, mengajukan jawaban baru: susunan "kabel bersilang" ini kemungkinan berawal lebih dari 500 juta tahun lalu pada sistem penglihatan ikan tanpa rahang di Periode Kambrium, sekitar 538–486 juta tahun lalu.Ringkasnya: ini adalah hipotesis, bukan temuan eksperimen. Makalah berjenis Hypothesis and Theory itu terbit di jurnal Frontiers in Neuroanatomy pada 27 Oktober 2026 (DOI 10.3389/fnana.2026.1937941) dan dirilis ulang ScienceDaily pada 4 November 2026. Penulis tidak menjalankan percobaan baru; mereka menelaah literatur anatomi saraf berbagai vertebrata, termasuk makalah Santiago Ramón y Cajal tahun 1898 yang sudah menduga bahwa penglihatan membentuk susunan bersilang ini.Titik awalnya adalah mata. Lensa membalik bayangan sehingga benda di sebelah kanan jatuh ke retina kiri. Di kiasma optik, serabut saraf mata bersilang sehingga lapang pandang kanan diolah otak kiri. Informasi itu masuk ke tektum optik di otak tengah (pada mamalia disebut kolikulus superior), pusat yang memicu reaksi cepat terhadap rangsang visual. Tektum optik ada pada semua vertebrata, sehingga tergolong salah satu struktur saraf paling purba. Lamprei dan hagfish, kerabat hidup ikan tanpa rahang, juga memiliki persilangan ini.Menurut Wessendorf dan Wang, jalur saraf yang muncul belakangan "dibangun" di atas peta visual yang sudah bersilang itu. Jalur kolumna dorsalis, pembawa rasa sentuhan halus, getaran, dan posisi tubuh, bersilang di batang otak; jalur ini tidak ditemukan pada ikan bersirip kipas, tetapi ada pada amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Traktus spinotalamikus, pembawa rasa nyeri dan gatal, bersilang di sumsum tulang belakang dan juga ditemukan pada hiu dan pari. Jalur motorik tektospinal dan rubrospinal, yang membantu tubuh bereaksi cepat dan menggerakkan anggota badan, pun menyeberang ke sisi berlawanan.Yang paling menarik adalah traktus kortikospinal, jalur gerak presisi seperti gerakan jari manusia. Pada kebanyakan mamalia, jalur ini terutama memengaruhi pemrosesan sensorik. Pada primata, termasuk manusia, serabutnya juga langsung menjangkau neuron motorik di sumsum tulang belakang. Penulis menduga ketangkasan jari manusia lahir dari "meminjam" sirkuit yang semula bertugas untuk fungsi sensorik, bukan dari sistem yang dirancang baru.Inti argumennya: persilangan ini tidak harus berevolusi karena mengendalikan sisi berlawanan lebih menguntungkan. Evolusi cenderung konservatif, mempertahankan dan memodifikasi struktur yang sudah ada, dan mengubah susunan dasar akan memakan "biaya pengkabelan". Akibatnya, sistem-sistem baru terus menyesuaikan diri dengan pola visual kuno yang sudah bersilang. Penulis tetap tidak menutup kemungkinan bahwa persilangan memberi sejumlah manfaat.Tidak semua sistem saraf bersilang. Penciuman, pengecapan, keseimbangan, dan otak kecil sebagian besar tetap bekerja di sisi yang sama, sementara jalur kortikospinal berjalan di kedua sisi pada kambing dan gajah.Hipotesis ini masih perlu dibuktikan. Para penulis mengusulkan pemeriksaan fosil tengkorak ikan tanpa rahang untuk mencari jejak kiasma dan tektum optik, serta kajian pada lebih banyak spesies burung dan buaya. Penelitian ini sebagian didanai hibah National Institute on Drug Abuse (NIDA) AS.Bagi pembaca di Indonesia, prinsip kontralateral ini punya arti praktis: inilah sebabnya stroke atau cedera di belahan otak kiri dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan di sisi kanan tubuh, dan sebaliknya. Kenali gejala stroke seperti wajah mencong, lengan atau tungkai lemah di satu sisi, serta bicara pelo, dan segera bawa penderita ke rumah sakit.
Organisasi kontralateral adalah susunan saraf di mana satu belahan otak mengolah sensasi dan mengendalikan gerakan sisi tubuh yang berlawanan. Susunan ini penting dipahami karena menjelaskan mengapa kerusakan otak di satu sisi memunculkan gejala di sisi tubuh lainnya. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa susunan ini pasti muncul karena paling efisien; hipotesis terbaru justru menduga ia bisa jadi "warisan" sistem penglihatan purba yang terus dipakai ulang oleh evolusi.
---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 16.47 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)