TLDR
Penghapusan tiang kapal SS Richard Montgomery mengurangi risiko peledakan amunisi yang tersisa. Kapal ini masih mengandung sekitar 1.400 ton amunisi yang berpotensi berbahaya bagi masyarakat sekitar. Tiang yang dihapus sekarang disimpan di Chatham Dockyard sebagai bagian dari warisan sejarah. Pomodo.id - Tim penyelamat kini telah mengambil langkah penting untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh kapal SS Richard Montgomery yang sudah tenggelam, yang memiliki sekitar 1.400 ton amunisi yang belum meledak di dalamnya. Operasi ini dilakukan setelah selama delapan dekade kapal tersebut dianggap sebagai "bom waktu." Para insinyur berhasil mengangkat tiga tiang kapal yang menjadi perhatian karena potensi keruntuhan yang bisa memicu ledakan yang berbahaya. Kapal tersebut telah menunjukkan tanda-tanda kemiringan dan kerusakan yang mengkhawatirkan pada bagian strukturnya, sehingga tindakan pembersihan tiang dianggap sangat mendesak.Sebelum melakukan operasi, tim penyelamat, yang terdiri dari para ahli dari perusahaan Resolves Marine Group, melakukan survei lokasi untuk memahami kondisi bangkai kapal tersebut. Penggunaan radar, magnetometer, dan sistem sonar menjadi sangat krusial untuk memetakan area sekitar yang riskan. Selama proses pengangkatan, mereka menggunakan alat khusus untuk memotong tiang secara hati-hati dengan kabel berlian, sambil memastikan tidak ada getaran yang dapat memicu detonasi amunisi di dalam kapal. Ini merupakan langkah untuk menjamin keselamatan operasional mengingat bahwa struktur besi di sekeliling tiang sudah sangat tipis dan rapuh.Meskipun langkah ini membawa kemajuan, risiko yang tersisa tetap besar. Amuk ledakan masih bisa terjadi jika kondisi tidak terkelola dengan baik. Mengingat kapal tersebut telah berada di dasar laut sejak 1944 di dekat Sheerness, London, banyak elemen mahakuasa dari lingkungan yang mengancam integritas bangkai kapal. Salah satu titik perhatiannya, yakni kemiringan kapal yang terus berlanjut, harus dipantau dengan seksama untuk mencegah potensi lepasnya amunisi berbahaya.
SS Richard Montgomery adalah kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam selama Perang Dunia II, membawa muatan amunisi yang jumlahnya sangat besar. Sampai saat ini, kapal ini terus menjadi ancaman karena amunisi tersebut belum meledak. Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa amunisi tersebut pasti sudah tidak dapat meledak lagi setelah sekian lama, namun faktanya, kondisi bawah laut bisa menjaga banyak senjata tetap aktif untuk waktu yang sangat lama jika tidak ditangani dengan tepat. Keberadaan amunisi ini tidak hanya relevan bagi keamanan nasional Inggris tetapi juga berpotensi mempengaruhi lingkungan jika tidak dikelola.
Bagi anak muda di Indonesia, peristiwa ini menunjukkan bahwa teknologi dan praktik penyelamatan laut dapat membuka peluang baru dalam karier yang berkaitan dengan teknik kelautan, pengelolaan risiko, dan keselamatan lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya manajemen lingkungan dan pengelolaan sumber daya laut, ada permintaan yang semakin tinggi untuk profesional yang memiliki keahlian dalam bidang ini. Misalnya, teknisi kelautan dan insinyur lingkungan diharapkan untuk menangani masalah serupa di masa depan. Karier yang berfokus pada aspek kelautan, khususnya dalam konteks menjaga keselamatan dari benda berbahaya di lingkungan maritim, akan semakin dijanjikan.Meskipun cerita ini berfokus pada suatu kejadian di Inggris, penting bagi anak muda Indonesia untuk memperhatikan perkembangan di bidang keselamatan maritim dan teknologi pengelolaan lingkungan. Selain itu, peristiwa seperti ini dapat memacu diskusi tentang tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga lautan dan mengelola potensi bahaya dari limbah serta benda-benda berbahaya di perairan lokal. Oleh karena itu, membangun keterampilan dalam bidang kelautan dan perlindungan lingkungan dapat menjadi investasi yang baik bagi masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 05.01 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)