TLDR
Canva akan melakukan pemecatan yang mempengaruhi 1.271 karyawan, yaitu 22 persen dari staf mereka. Perubahan ini bertujuan untuk mengembalikan Canva ke tim kecil yang lebih terfokus dan kolaboratif. Karyawan yang keluar akan menerima manfaat termasuk enam bulan gaji dan dukungan karir. Pomodo.id - Canva telah melakukan restrukturisasi besar, yang akan berdampak pada sekitar 1.271 karyawan, atau 22 persen dari total stafnya. Co-founder sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, mengungkapkan bahwa perubahan ini dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, yang menunjukkan kebutuhan untuk kembali ke akarnya sebagai tim kecil yang berdaya dan mandiri untuk fokus pada hal-hal yang paling penting bagi komunitas mereka. Dalam perubahan ini, Canva akan menyatukan tim Produk, Pertumbuhan, dan Platform menjadi satu organisasi produk, serta memindahkan banyak tim produk dan spesialis ke kantor pusat di Sydney, Australia.Dalam langkah ini, Canva mengharapkan karyawan yang bekerja secara hybrid untuk berada di kantor selama dua hingga tiga hari dalam seminggu. Mereka yang harus meninggalkan perusahaan akan mendapatkan kompensasi minimal enam bulan gaji, perlindungan kesehatan selama dua belas bulan, dan sumber daya dukungan karir. Langkah ini serupa dengan yang diambil oleh Squarespace, yang baru-baru ini juga mengumumkan pemotongan staf yang berdampak pada 19 persen dari tenaga kerjanya.Meskipun ada restrukturisasi besar, penting untuk dicatat bahwa langkah ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan dan calon pekerja. Pembaruan struktural ini menunjukkan bahwa industri teknologi, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti Canva, berada di tengah perubahan yang signifikan. Hal ini menjadi tantangan bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan, karena jumlah posisi yang tersedia mungkin terbatas akibat dari pengurangan karyawan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi.
Canva adalah platform desain grafis yang memungkinkan pengguna untuk membuat berbagai tampilan visual secara mudah. Dikenal karena antarmukanya yang ramah pengguna, Canva juga telah berkontribusi dalam mempopulerkan desain digital di kalangan masyarakat. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa alat desain hanya untuk profesional, Canva mengubah cara individu dan bisnis dapat menciptakan materi desain, membuatnya lebih terjangkau dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk siswa dan pengusaha muda.
Bagi pembaca muda di Indonesia, perkembangan ini menggambarkan perubahan yang sedang berlangsung dalam industri teknologi yang dapat mempengaruhi peluang karier di masa depan. Dengan meningkatnya adopsi teknologi dan kebutuhan untuk keterampilan yang sesuai, penting bagi calon pekerja untuk mengasah keterampilan yang relevan seperti desain grafis dan pemahaman tentang alat digital. Dengan memahami isu-isu yang dihadapi perusahaan seperti Canva, serta bagaimana mereka beradaptasi dengan kebutuhan pasar, pembaca dapat merencanakan langkah karier mereka dengan lebih baik di era digital ini.Akibat dari perubahan ini, bagi mahasiswa dan pekerja muda, ada kesadaran bahwa industri yang ingin mereka masuki sedang ditantang untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Semakin banyak perusahaan yang mencari cara untuk menyederhanakan tugas dan meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, penguasaan alat serta pemahaman tentang tren terbaru di sektor teknologi menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya saing dalam pasar pekerjaan mendatang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 06.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)