TLDR
Microsoft melakukan restrukturisasi besar-besaran di studio Xbox, termasuk pengalihan pengembangan Halo ke Activision. 268 karyawan Xbox dipecat sebagai bagian dari perubahan ini, dan Ninja Theory mungkin akan ditutup. Obsidian akan bekerja sama dengan Bethesda untuk proyek Fallout baru, menunjukkan perubahan signifikan dalam pengelolaan studio. Pomodo.id - Microsoft hari ini mengumumkan restrukturisasi besar-besaran pada divisi Xbox, yang sebelumnya telah menyebabkan pemutusan kerja terhadap 1.600 karyawan Xbox. Dalam perubahan terbaru ini, Activision akan mengambil alih beberapa waralaba utama seperti Halo, Sea of Thieves, dan Age of Empires. Bersamaan dengan restrukturisasi ini, Microsoft juga akan memberhentikan sekitar 268 karyawan di studio-studio Xbox lainnya dan sangat mungkin menutup Ninja Theory, sebuah studio pengembang game yang terkenal.Di bawah restrukturisasi ini, Halo Studios, yang sebelumnya dikenal sebagai 343 Industries, akan mengalami dampak signifikan. Mereka akan tetap mendukung judul-judul yang ada seperti Halo Infinite dan Halo: Campaign Evolved, tetapi pengembangan untuk installment besar berikutnya dari waralaba Halo akan ditangani oleh Activision. Ketua konten Xbox, Matt Booty, dalam memo internal menyatakan bahwa tim baru yang dibentuk khusus oleh Activision akan memimpin pengembangan game Halo berikutnya, terpisah dari proyek Call of Duty yang sedang berlangsung.
Halo adalah sebuah franchise game yang sangat terkenal, dikenal karena gameplay first-person shooter yang ikonik. Dengan pergeseran pengembangan ke Activision, ada harapan untuk menciptakan game Halo terbaik yang pernah ada. Perubahan ini berfokus pada menjaga warisan dan kualitas yang telah dicintai oleh pemain di masa lalu, menunjukkan komitmen untuk tetap setia pada elemen yang membuat Halo begitu populer.
Meskipun langkah ini bertujuan untuk menguatkan posisi Xbox di pasar game, ada tantangan yang masih harus dihadapi. Penutupan Ninja Theory dapat mengurangi keberagaman dalam pengembangan game yang ditawarkan kepada para pemain, serta menghilangkan kesempatan kerja bagi para pengembang game di dalam negeri dan internasional. Selain itu, sudah ada pemutusan kerja yang signifikan dalam industri ini, diprediksi sekitar 3.200 posisi yang akan terpengaruh selama tahun fiskal 2027, yang jelas menunjukkan sebuah perubahan besar dalam perusahaan.Perkembangan terbaru ini menandakan bahwa bagi anak muda di Indonesia yang bercita-cita berkarir dalam industri teknologi, khususnya di bidang game, penting untuk tetap mengikuti perubahan ini. Mereka mungkin perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan keterampilan dalam mesin game seperti Unreal Engine 5 dan memahami tren pasar yang bergeser menuju produksi kolaboratif antara studio-studio besar. Hal ini menunjukkan bahwa para pencari kerja dan pengembang game muda di Indonesia harus siap menghadapi dinamika industri yang sangat cepat.Dengan perubahan ini, masa depan industri game di Indonesia dapat menghadapi peluang baru sekaligus tantangan, sehingga penting bagi mereka yang terlibat dalam industri ini untuk tetap inovatif dan tanggap terhadap perubahan.