TLDR
Tomas Salvo berhasil mencetak rekor dunia dengan drone jetnya yang bernama Reaper. Reaper mencapai kecepatan 491 mph dan dapat diluncurkan dari truk atau rel kereta. Tim dari Bath University juga berusaha untuk mencapai kecepatan tinggi dengan pesawat Kingchaser, tetapi belum mengalahkan Reaper. Pomodo.id - Mahasiswa di Georgia Tech berhasil memecahkan rekor dunia dengan menciptakan drone jet kecil yang dapat mencapai kecepatan 491 mil per jam (790 km/jam). Drone ini, yang dinamakan Reaper, memiliki kemampuan membawa muatan hingga 2,6 pon (1,2 kg) dan dapat terbang setinggi maksimum 6.500 kaki. Tomas Salvo, seorang mahasiswa teknik penerbangan, menjelaskan bahwa drone ini dibangun di asrama universitas dan sanggup mencapai jarak 31 mil pada kecepatan penuh selama empat menit.Drone Reaper ini dirancang agar dapat diluncurkan dari truk atau rel kereta, mencapai ketinggian puncak dalam waktu kurang dari 20 detik. Salvo menyebutkan bahwa mereka telah membangun tiga model, yang masing-masing berhasil mencapai kecepatan rekor tersebut. Pengembangan drone ini tidak hanya melibatkan perancangan yang inovatif, tetapi juga teknologi pencetakan 3D menggunakan nozel titanium yang menggantikan nozel standar pada mesin, meningkatkan pusat gravitasi dan kinerja drone secara keseluruhan.
Drone jet kecil adalah kendaraan udara yang bertenaga jet, dirancang untuk memberikan performa tinggi dalam ukuran yang lebih kecil. Mereka dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk misi pengintaian atau penelitian, dan sering kali lebih efisien dalam biaya operasional dibandingkan dengan pesawat jet besar. Ini penting karena drone jet kecil dapat dioperasikan di area yang sulit dijangkau pesawat besar dan membutuhkan investasi yang lebih rendah untuk pengembangan.
Meskipun pencapaian ini sangat mengesankan, terdapat beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Kecepatan tinggi yang dicapai hanya dapat dipertahankan dalam periode waktu yang singkat, dan ada kemungkinan bahwa pengembangan drone seperti Reaper memerlukan sumber daya atau infrastruktur yang belum sepenuhnya tersedia di negara lain, termasuk Indonesia. Saat ini, biaya pembangunan dan pengoperasian drone canggih semacam ini masih perlu dipertimbangkan, baik dari segi finansial maupun teknologi.Perkembangan seperti ini memiliki dampak signifikan bagi generasi muda di Indonesia. Adanya kemajuan dalam teknologi drone dapat membuka peluang karir baru di bidang rekayasa, desain, dan pemasaran produk teknologi. Keterampilan dalam pengembangan dan pemeliharaan drone, serta pemahaman teknologi canggih seperti pencetakan 3D, akan semakin dicari di pasar kerja. Dengan pengembangan industri yang berkaitan dengan teknologi udara, peluang investasi di sektor ini juga dapat meningkat di masa depan.Secara keseluruhan, pencapaian mahasiswa Georgia Tech menunjukkan kemajuan luar biasa dalam desain dan teknologi drone. Hal ini penting tidak hanya bagi Amerika Serikat tetapi juga memberikan inspirasi bagi Indonesia untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi penggunaan drone dalam berbagai bidang, seperti pertanian, logistik, dan pengawasan. Membangun drone berbasis teknologi maju ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan industri penerbangan di Indonesia, serta membuka peluang bagi kolaborasi internasional di masa mendatang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 05.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)