TLDR
Mencari penemuan dalam kode warisan dapat memberikan pengalaman yang mirip dengan eksplorasi arkeologis. Transformasi AI dapat membantu perusahaan dalam mengatasi tantangan sistem yang kompleks. Petualangan dan rasa ingin tahu dapat diterapkan dalam dunia teknologi seperti halnya dalam arkeologi. Pomodo.id - Pemrograman adalah dunia yang penuh dengan penemuan, mirip seperti perjalanan arkeologis yang meneliti kota-kota kuno yang tersembunyi di bawah tanah. Kostiantyn Gitko, CEO Devox Software, memahami tantangan ini dengan sangat baik. Ia mengkhususkan diri dalam transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan telah bekerja untuk meningkatkan sistem yang rumit di berbagai perusahaan besar. Dalam dunia TI, biaya sebenarnya dari kode legacy, yaitu perangkat lunak lama yang masih digunakan tetapi semakin susah untuk dipelihara, sering kali lebih dari sekadar masalah teknis.Sebuah studi menunjukkan bahwa 60% bank di dunia masih menggunakan kode yang ditulis sebelum tahun 2000, yang menunjukkan ketergantungan yang signifikan terhadap teknologi lama. Meskipun kode legacy ini terus berfungsi, ia tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan teknologi modern, termasuk penerapan AI. Mengatasi tantangan ini membutuhkan tidak hanya pengertian teknis tetapi juga investasi yang substansial dalam sumber daya dan teknologi baru. Di sisi lain, OpenAI telah mencatat kemajuan besar dalam pemodelan AI yang dapat mencapai akurasi hingga 97.9 persen dalam migrasi kode legacy, yang sangat membantu perusahaan-perusahaan ini untuk bertransformasi ke solusi yang lebih efisien.Namun, proses migrasi ini tidak tanpa tantangan. Banyak perusahaan merasa terjebak antara mempertahankan sistem lama dan berinvestasi dalam teknologi yang lebih baru. Ada risiko yang terkait dengan perubahan, seperti gangguan operasional dan biaya yang tidak terduga. Oleh karena itu, meskipun keberhasilan dalam migrasi kode legacy terlihat menjanjikan, kenyataannya adalah banyak perusahaan harus berurusan dengan kendala dan keterbatasan yang dapat menghambat kemajuan mereka.Perubahan ini mengarah pada dampak yang signifikan bagi para profesional muda di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk transformasi digital, peluang karier dalam bidang pemrograman dan pengembangan perangkat lunak semakin terbuka lebar. Keterampilan dalam AI dan pemrograman modern sangat dihargai. Selain itu, bagi generasi baru yang ingin terjun ke industri teknologi, pemahaman tentang kode legacy dan bagaimana cara migrasi menjadi alat penting. Keterampilan ini akan tidak hanya meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja, tetapi juga menyesuaikan kemampuan mereka dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Kode legacy mengacu pada perangkat lunak yang telah ada selama bertahun-tahun, sering kali digunakan dalam sistem perbankan dan administrasi. Meskipun masih berfungsi, kode ini tidak cukup fleksibel untuk memenuhi tuntutan teknologi modern. Bagi banyak perusahaan, pemeliharaan dan pembaruan kode legacy dapat memakan biaya yang sangat tinggi, baik dari segi waktu maupun sumber daya. Menganggap bahwa semua kode yang ada hanya perlu dipertahankan saja adalah kesalahpahaman yang umum; sebenarnya, perusahaan perlu memikirkan solusi jangka panjang untuk mengintegrasikan teknologi baru.
Indonesia, yang saat ini mengembangkan ekosistem digitalnya, diharapkan akan melihat pengembangan lebih lanjut di sektor ini. Dengan semakin banyaknya investasi asing dan adopsi AI, keterampilan di bidang teknologi informasi menjadi semakin krusial. Cara Indonesia merangkul teknologi canggih ini akan memungkinkan generasi muda untuk tidak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga terlibat di pasar global.Sementara itu, transformasi digital yang meningkat memperlihatkan bahwa pekerjaan di sektor teknologi akan terus tumbuh, dan bagi para lulusan baru, inilah saatnya untuk membekali diri dengan keterampilan yang relevan. Di dunia yang makin terhubung ini, pemahaman tentang sistem lama dan bagaimana mengubahnya adalah kompetensi yang sangat diperlukan. Masyarakat muda Indonesia harus siap menghadapi tantangan ini dan mengembangkan strategi mereka untuk meraih sukses dalam karier teknologi di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 19.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)