TLDR
Sebelum memanfaatkan AI, laboratorium harus terlebih dahulu melakukan transformasi digital. Model AI memerlukan data dari laboratorium yang telah mendigitalkan prosesnya untuk dapat berfungsi dengan baik. Pekerjaan infrastruktur yang tidak glamor sangat penting untuk menciptakan sistem yang dapat diintegrasikan dengan algoritma. Pomodo.id - Sebelum laboratorium patologi dapat secara efektif memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), mereka harus terlebih dahulu mengadopsi sistem digital yang memadai. Dalam konteks ini, Promise Okeke, CEO dari NovoPath, sebuah sistem informasi laboratorium terkemuka, menekankan pentingnya digitalisasi laboratorium patologi sebelum menggunakan teknologi canggih seperti AI. Tentu saja, AI menawarkan potensi luar biasa dalam menganalisis slide dan mendeteksi hal-hal seperti mitosis pada jaringan, pengklasifikasian tumor, atau kuantifikasi warna dengan kecepatan yang sangat tinggi. Namun, inti dari masalah ini bukanlah kapabilitas AI itu sendiri, melainkan kesiapan laboratorium untuk beradaptasi dengan tuntutan digital.Data yang mendukung klaim ini menunjukkan bahwa AI dalam patologi sangat bergantung pada model yang dilatih menggunakan jutaan slide. Algoritme AI memiliki keunggulan dalam mengolah data dalam jumlah besar dan memberikan hasil dalam waktu singkat. Namun, masalah yang muncul adalah bahwa algoritme tidak dapat langsung membaca informasi dari slide fisik tanpa adanya sistem digital untuk mendigitalisasinya terlebih dahulu. Artinya, untuk meraih manfaat dari AI, laboratorium di Indonesia harus melakukan pekerjaan infrastruktur yang tidak glamor, yaitu mengkonversi proses yang biasanya bersifat analog menjadi sistem berbasis digital yang memungkinkan algoritme berfungsi.Namun, ada batasan dalam penggunaan AI di laboratorium patologi. Dalam banyak kasus, sejumlah laboratorium masih beroperasi secara tradisional, menggunakan kertas dan slide kaca, yang dapat menjadi penghalang dalam mengadopsi teknologi digital ini. Meskipun pekerjaan digitalisasi bisa mahal dan memakan waktu, ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi akan semakin membuat laboratorium yang tidak siap tertinggal di belakang kompetitornya. Situasi ini menunjukkan bahwa ada tekanan untuk berinovasi, tetapi pada saat yang sama, realitas keuangan dan struktur kerja di laboratorium dapat menghambat kemajuan.Oleh karena itu, bagi pemuda Indonesia, perubahan ini berimplikasi besar pada karier dan masa depan industri kesehatan. Mereka yang tertarik untuk mengejar karier di bidang kesehatan, bioteknologi, atau teknologi informasi akan semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya penggunaan sistem digital di laboratorium. Memiliki keterampilan dalam digitalisasi data dan pemahaman tentang kecerdasan buatan akan sangat berharga. Dengan demikian, pemuda Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan potensi masa depan yang lebih besar di industri kesehatan yang semakin terintegrasi dengan teknologi.
Kecerdasan Buatan dalam Patologi
Kecerdasan buatan dalam patologi mengacu pada penggunaan algoritme yang mampu menganalisis slide jaringan dengan cepat. Dengan kemampuan ini, algoritme dapat membantu patologi dalam mendeteksi dan mendiagnosis berbagai kondisi medis dengan lebih efisien. Meskipun AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis, penting untuk memahami bahwa teknologi ini tidak dapat berfungsi tanpa sistem digital yang mendasarinya. Dengan mengembangkan infrastruktur digital yang kuat, laboratorium akan siap memanfaatkan AI sepenuhnya.
Keberadaan teknologi digital di laboratorium patologi akan sangat mengubah bentuk industri ini di Indonesia. Pertumbuhan di sektor kesehatan digital ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dalam pelayanan, tetapi juga memberikan peluang baru dalam hal pekerjaan dan inovasi. Ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk tetap relevan dalam peta global kesehatan, terutama di era di mana teknologi semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 28 Okt 2026, 20.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)