TLDR
Paparan jangka panjang terhadap klorpirifos meningkatkan risiko penyakit Parkinson. Penggunaan pestisida berbahaya dapat mempengaruhi kesehatan petani dan masyarakat sekitar. Ada peluang untuk berinovasi dalam pertanian berkelanjutan yang lebih aman bagi kesehatan. TL;DR: Studi UCLA Health terhadap 829 penderita Parkinson dan 824 orang sehat di California menemukan bahwa paparan jangka panjang klorpirifos di sekitar tempat tinggal dikaitkan dengan risiko Parkinson lebih dari 2,5 kali lipat. Eksperimen pada tikus dan ikan zebra menunjukkan pestisida ini mengganggu sistem "bersih-bersih" sel otak, sehingga peneliti menilai hubungannya kemungkinan besar sebab-akibat.Pomodo.id - Tim peneliti UCLA Health (University of California, Los Angeles) melaporkan bahwa orang yang lama tinggal di dekat area penyemprotan klorpirifos, insektisida organofosfat yang banyak dipakai di pertanian, memiliki risiko penyakit Parkinson lebih dari 2,5 kali lipat dibanding orang yang tidak terpapar. Hasilnya terbit di jurnal Molecular Neurodegeneration dan dirilis UCLA pada 7 Januari 2026; ScienceDaily memuat ulang laporan ini pada 1 November 2026.Data manusia berasal dari studi jangka panjang Parkinson's Environment and Genes (PEG) di California, yang melibatkan 829 penderita Parkinson dan 824 orang tanpa Parkinson. Paparan tidak diukur langsung dari tubuh peserta, melainkan diperkirakan dengan mencocokkan catatan resmi penggunaan pestisida negara bagian California dengan riwayat alamat rumah dan tempat kerja peserta. Karena bersifat observasional, bagian ini sendiri belum bisa membuktikan bahwa klorpirifos menyebabkan Parkinson.Untuk menguji arah sebab-akibat, tim memaparkan aerosol klorpirifos kepada tikus selama 11 minggu, meniru paparan lewat udara di lingkungan. Tikus-tikus itu mengalami gangguan gerak, kehilangan neuron penghasil dopamin, peradangan otak, dan penumpukan abnormal protein alfa-sinuklein, tiga ciri khas Parkinson.
Autofagi dan alfa-sinuklein
Autofagi adalah mekanisme sel untuk menghancurkan dan mendaur ulang protein rusak serta "sampah" seluler lain. Alfa-sinuklein adalah protein di sel saraf yang, bila menggumpal, menjadi penanda utama Parkinson. Jika autofagi terganggu, gumpalan ini menumpuk dan neuron dopamin perlahan mati.
Eksperimen pada ikan zebra mengungkap mekanismenya: klorpirifos mengganggu autofagi sehingga material rusak menumpuk di dalam neuron. Ketika autofagi dipulihkan, atau alfa-sinuklein dihilangkan, neuron terlindungi. Penulis senior studi, Dr. Jeff Bronstein, profesor neurologi UCLA Health, menyebut temuan ini menetapkan klorpirifos sebagai faktor risiko lingkungan yang spesifik, bukan sekadar "pestisida" secara umum, dan berdasarkan data hewan ia menilai hubungan tersebut kemungkinan besar kausal.Ada batasan penting. Efek perlindungan lewat pemulihan autofagi baru terbukti pada model laboratorium, sehingga belum diketahui apakah strategi itu bisa mencegah kerusakan otak pada manusia. Rilis UCLA juga tidak mencantumkan rincian statistik seperti rasio odds dan rentang kepercayaan. Gejala Parkinson bisa muncul bertahun-tahun setelah paparan, sehingga tim menilai temuan ini dapat membantu mengidentifikasi orang dengan riwayat paparan tinggi untuk pemantauan neurologis. Langkah berikutnya adalah menguji apakah pestisida lain yang umum dipakai memengaruhi jalur yang sama.Secara regulasi, Amerika Serikat melarang klorpirifos untuk penggunaan rumah tangga sejak 2001 dan membatasi penggunaan pertaniannya pada 2021, tetapi bahan ini masih dipakai pada sejumlah tanaman di AS dan di banyak negara lain. Pada Mei 2025, para pihak Konvensi Stockholm memasukkan klorpirifos ke Lampiran A, daftar bahan yang ditargetkan untuk dihapus secara global, dengan 22 pengecualian penggunaan yang dibatasi waktu.Bagi Indonesia, klorpirifos bukan nama asing di dunia pertanian. Penelitian Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin yang terbit pada 2020, misalnya, menemukan residu klorpirifos 0,092 hingga 0,308 mg/kg pada sampel beras dari Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, masih di bawah batas maksimum residu 0,5 mg/kg. Namun studi UCLA menyorot jalur paparan yang berbeda, yaitu menghirup pestisida dalam jangka panjang karena tinggal atau bekerja dekat lahan yang disemprot, bukan residu pada makanan. Belum ada studi serupa yang mengukur hubungan klorpirifos dan Parkinson pada populasi Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 16.44 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)