TLDR
Virus Begomovirus menyebabkan kerugian signifikan pada hasil panen cabai dan tomat di Indonesia. Program HortiActive bertujuan untuk meningkatkan ketahanan tanaman dan edukasi petani tentang penanganan virus. Pentingnya penelitian dan inovasi dalam sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Pomodo.id - Sebuah ancaman serius bagi produktivitas cabai dan tomat di Indonesia muncul akibat virus Begomovirus. Virus ini telah mempengaruhi sektor pertanian, terutama bagi petani yang bergantung pada tanaman sayuran tersebut untuk mata pencaharian mereka. Untuk menghadapi tantangan ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pendekatan pengendalian terpadu melalui program yang disebut HortiActive untuk meningkatkan ketahanan dan produktivitas hasil pertanian.Dari riset yang dilakukan, virus Begomovirus telah terbukti menyebabkan kerugian yang signifikan pada tanaman cabai dan tomat. Penyakit ini menyebar melalui serangan hama dan dapat menurunkan hasil panen drastis, menghalangi petani untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam laporan terbaru, para ahli memperkirakan bahwa kehilangan hasil panen dari tanaman yang terinfeksi dapat mencapai 50% hingga 80%. Hal ini jelas berdampak langsung pada pendapatan petani, yang pada gilirannya akan memengaruhi pasar sayuran di Indonesia.Namun, meskipun terdapat ancaman ini, upaya pengendalian dengan memanfaatkan teknologi dan penelitian masih memiliki tantangan tersendiri. Pertama, banyak petani di Indonesia masih mengandalkan metode tradisional dalam bercocok tanam, yang dapat menghambat penerapan solusi berbasis teknologi yang lebih efektif. Selain itu, kesadaran mengenai pentingnya penelitian ilmiah serta teknologi di kalangan petani juga perlu ditingkatkan agar mereka dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan yang dibawa oleh penyakit baru ini.
HortiActive adalah program yang diluncurkan oleh BRIN untuk mengembangkan pendekatan pengendalian terpadu yang menggabungkan berbagai teknik ilmiah dan praktek pertanian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan tanaman cabai dan tomat dengan menggunakan metode modern yang lebih efektif. HortiActive juga berupaya mengedukasi petani tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat terhadap virus Begomovirus.
Pengembangan dan penerapan HortiActive menunjukkan bahwa sektor pertanian di Indonesia berupaya beradaptasi dan berkembang meskipun ada ancaman besar terhadap hasilnya. Bagi para pemuda Indonesia, terutama yang memiliki minat di bidang pertanian dan teknologi, peluang untuk bekerja dalam proyek seperti ini semakin terbuka. Pertanian modern akan menjadi area yang membutuhkan keahlian di bidang teknologi pertanian dan pengelolaan kesehatan tanaman, menjanjikan banyak peluang karir yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pencapaian dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian juga dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasar, yang penting bagi anak muda yang berencana untuk berinvestasi atau terlibat dalam bisnis distribusi sayuran.Melihat ke depan, penekanan pada penelitian dan inovasi dalam pertanian seperti yang dilakukan BRIN melalui HortiActive diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini penting untuk mendukung ketahanan pangan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan sektor pertanian, menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 31 Okt 2026, 07.48 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)