TLDR
Kulit dan bagian terbuang dari buah dan sayuran kaya akan serat diet. Mengadopsi pola makan 'root-to-tip' dapat meningkatkan asupan serat sambil mengurangi limbah makanan. Konsumsi bagian yang sering diabaikan dari produk pertanian bisa bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan. Pomodo.id - Dalam sebuah studi terbaru dari King's College London, ditemukan bahwa kulit dan biji buah serta sayuran yang biasanya dibuang ternyata kaya akan serat makanan. Penelitian ini melibatkan 12 jenis buah dan sayuran yang umum, seperti nanas, semangka, dan brokoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian-bagian yang sering dibuang ini mengandung lebih banyak serat dibandingkan dengan daging buahnya sendiri. Dengan menambahkan bagian-bagian ini ke dalam makanan, seseorang dapat meningkatkan asupan serat sambil mengurangi limbah makanan.Di Inggris, hanya 4% dari orang dewasa yang memenuhi rekomendasi asupan serat harian minimal sebesar 30 gram, dengan rata-rata konsumsi hanya sekitar 16,4 gram per hari. Menariknya, sekitar 10 juta ton makanan terbuang setiap tahun di negara tersebut, di mana buah dan sayuran segar menyumbang sekitar 36% dari total limbah makanan. Sebagai contoh, kulit nanas dan bijinya memiliki kandungan serat yang lebih tinggi hingga 453,7% dibandingkan dengan dagingnya, menggambarkan betapa melimpahnya sumber makanan yang terbuang ini.Meskipun hasil penelitian ini menggugah, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan ide “makan dari akar hingga ujung” atau root-to-tip eating. Beberapa orang mungkin kurang terbiasa dengan tekstur atau rasa dari kulit dan biji. Misalnya, kulit semangka dapat dikonsumsi, tetapi banyak orang yang tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Oleh karena itu, untuk meningkatkan konsumsi kulit dan biji yang kaya serat, masyarakat perlu diberikan edukasi dan metode pengolahan yang praktis.Bagi pembaca muda di Indonesia, temuan ini memiliki implikasi penting. Memahami bahwa bagian yang sering kita buang dari buah-buahan dan sayur-sayuran tidak hanya berguna untuk meningkatkan asupan serat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah makanan. Ini penting mengingat, di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan pengurangan limbah, generasi muda perlu berpikir kreatif dan inovatif dalam mengolah makanan yang lebih bertanggung jawab.
Manfaat Serat dari Kulit dan Biji Buah
Serat makanan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk meningkatkan pencernaan dan mengurangi risiko penyakit jantung. Sayangnya, banyak orang kurang menyadari pentingnya mengonsumsi cukup serat. Dengan memanfaatkan bagian-bagian buah dan sayuran yang selama ini dianggap sebagai limbah, kita bisa meningkatkan kualitas diet dan berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
Ke depan, industri makanan di Indonesia bisa mengambil inspirasi dari konsep ini untuk menciptakan solusi berkelanjutan, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Menerapkan metode ini bisa membuka peluang untuk inovasi kuliner serta menciptakan lapangan kerja baru bagi mereka yang bergerak di sektor makanan. Diperlukan usaha berkelanjutan untuk mendidik masyarakat agar mulai mengadopsi cara ini dalam kehidupan sehari-hari.Dengan mengadopsi pola pikir yang lebih peduli terhadap sisa makanan, generasi muda di Indonesia bisa bermain peran penting dalam mengubah perspektif terhadap limbah dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 1 Nov 2026, 07.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)