TLDR
Penelitian ini membantu memahami dinamika internal vorteks dalam superkonduktor. Radiasi terahertz digunakan untuk mempelajari partikel yang terperangkap dalam vorteks. Komposisi kimia yang berbeda dapat menghasilkan perilaku internal yang signifikan dalam superkonduktor. Pomodo.id - Peneliti dari Rutgers University di Amerika Serikat baru-baru ini berhasil menggunakan cahaya tak terlihat untuk mempelajari vorteks magnetis yang terbentuk dalam superkonduktor. Penemuan ini penting karena dapat membantu insinyur dalam merancang komponen yang lebih kuat untuk kebutuhan infrastruktur tenaga listrik, pemindai MRI, dan akselerator partikel. Hal ini relevan mengingat superkonduktor terkenal karena kemampuannya untuk menghantarkan arus listrik tanpa resistansi. Namun, mereka menghadapi tantangan ketika medan magnet yang kuat menyebabkan gangguan mikroskopis di dalamnya, yang dikenal sebagai vorteks. Di dalam setiap vorteks ini, arus listrik berputar di sekitar inti yang melemah di mana superkonduktivitas mulai terganggu.Vorteks ini memberi dampak besar karena ketika mereka bergerak, material superkonduktor akan kehilangan energi listrik dalam bentuk panas. Para ilmuwan telah lama berupaya untuk mengamati bagaimana partikel-partikel terkurung di dalam vorteks ini berperilaku. Teori memperkirakan bahwa pada setiap vorteks, partikel-partikel akan menempati tingkat energi kuantum yang bertingkat, mirip seperti tangga. Namun, membuktikan teori ini secara eksperimen sangat sulit karena tingkat energi dalam banyak material seringkali terlihat samar-samar dan tidak jelas.Untuk mencapai tujuannya, tim dari Rutgers merancang sebuah senyawa berbasis besi yang mengandung tellurium dan selenium. Mereka menggunakan teknik deposisi atom yang dilakukan bertahap untuk menciptakan struktur yang memungkinkan pengamatan perilaku partikel di dalam vorteks. Penelitian yang dilakukan oleh para profesor seperti Seongshik Oh dan Hee Taek Yi ini berpotensi membuka jalan untuk teknologi superkonduktor yang lebih efisien dan lebih dapat diandalkan.
Superkonduktor adalah material yang dapat menghantarkan listrik tanpa hambatan pada suhu yang sangat rendah. Mereka sangat berharga karena memungkinkan perangkat elektronik beroperasi lebih efisien, namun menghadapi masalah ketika terkena medan magnet yang kuat, yang menyebabkan pembentukan vorteks yang mengganggu. Kebanyakan orang mungkin menganggap bahwa semua material dengan performa tinggi akan selalu superkonduktif, namun ini tidak selalu benar dan penemuan baru ini menunjukkan kompleksitas materi tersebut.
Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi para insinyur dan ilmuwan di Indonesia. Dalam konteks pembangunan infrastruktur dan teknologi canggih, pemahaman yang lebih baik tentang vorteks dalam superkonduktor dapat mendorong inovasi dalam sektor energi, kesehatan, dan teknologi informasi. Pemanfaatan komponen yang lebih efisien dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas layanan yang critical bagi masyarakat. Bagi para mahasiswa dan fresh graduate di bidang teknik dan fisika, kekayaan pengetahuan baru ini dapat membuka peluang karir di industri dalam dan luar negeri, terutama ketika dunia semakin mendigitalisasi dan mencari solusi energi berkelanjutan.Secara keseluruhan, perkembangan dalam penelitian superkonduktor ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman ilmiah tetapi juga membuka jalan bagi inovasi teknologi yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 30 Okt 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)