TLDR
Penelitian menunjukkan bahwa interaksi elektron sangat penting untuk superkonduktivitas di grafena sudut ajaib. Penguatan interaksi elektro dapat menekan superkonduktivitas, mendukung mekanisme non-konvensional untuk pembentukan pasangan elektron. Temuan ini dapat membantu merumuskan pemahaman yang lebih baik tentang superkonduktivitas di material lain, termasuk superkonduktor suhu tinggi. Pomodo.id - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa superkonduktivitas pada graphene magic-angle dapat sepenuhnya dinonaktifkan dengan cara melemahkan interaksi antar elektron. Tim ilmuwan di National Graphene Institute, University of Manchester, telah membuktikan bahwa interaksi ini adalah kunci dari fenomena yang tidak biasa ini. Dengan menggunakan perangkat baru yang lebih canggih, mereka mampu mengontrol interaksi elektron dalam graphene twisted bilayer magic-angle dengan lebih tepat dibandingkan eksperimen sebelumnya.Graphene magic-angle dibuat dengan menumpuk dua lembar graphene yang memiliki pergeseran rotasi kecil sekitar 1,1 derajat. Pada sudut ini, material bisa mengembangkan keadaan elektronik yang tidak biasa, termasuk kemampuan untuk menjadi superkonduktor. Namun, perdebatan telah muncul mengenai apa yang menyebabkan elektron berpasangan dan menghasilkan efek ini. Salah satu teori menyatakan bahwa getaran dari kisi atom material membantu elektron membentuk pasangan, sementara teori lain menunjukkan bahwa interaksi antar elektron itu sendiri yang mendasari fenomena tersebut. Eksperimen terbaru ini menguji pandangan yang bersaing dengan secara sengaja melemahkan interaksi antar elektron.Para peneliti membangun struktur yang tergolong baru, yang terdiri dari dua lapisan bilayer graphene yang diputer dan terpisah oleh kurang dari satu nanometer. Lapisan bilayer ini tetap terpisah secara elektronik, memungkinkan satu lapisan bertindak sebagai lapisan penyaring yang dapat disesuaikan untuk lapisan lainnya. Dengan meningkatkan kepadatan pembawa muatan di lapisan graphene yang berdekatan, tim secara bertahap melemahkan interaksi Coulomb antar elektron di dalam graphene magic-angle.Penting untuk dicatat bahwa interaksi ini biasanya meningkatkan sifat superkonduktor, namun dalam kasus ini, semakin lemah interaksinya, semakin berkurang sifat superkonduktivitas yang muncul. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang fisika graphene dan interaksi elektron yang berperan dalam fenomena tersebut.
Graphene adalah lapisan tunggal atom karbon yang terorganisasi dalam kisi dua dimensi, terkenal karena fitur-fitur luar biasa seperti konduktivitas listrik yang sangat tinggi dan kekuatan mekanik yang berat. Kebanyakan orang berpikir bahwa graphene hanya berguna untuk aplikasi elektronik, tetapi kenyataannya, material ini juga memiliki potensi di bidang energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi kuantum, serta dapat mengubah cara kita memahami material di tingkat nano.Dari perspektif karier, peningkatan pemahaman dan kontrol terhadap superkonduktivitas di graphene magic-angle dapat membuka peluang baru bagi para ilmuwan dan insinyur di Indonesia, terutama dalam bidang material sains dan teknologi kuantum. Dengan teknologi ini, industri dapat menciptakan produk yang lebih efisien dan canggih, serta mengembangkan perangkat yang dirancang untuk teknologi masa depan.Dalam konteks lebih luas, temuan ini menggambarkan kemajuan signifikan dalam penelitian di bidang fisika material, yang bisa mempengaruhi generasi muda yang bersemangat berkarir dalam sains dan teknologi. Di Indonesia, upaya pengembangan teknologi berbasis graphene dapat mengarah pada inovasi dalam industri yang siap bersaing di pasar global, dan ini bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara.