TLDR
Metode baru ini memungkinkan pemulihan perak dari panel surya tanpa menggunakan asam berbahaya. Proses ini berhasil mengurangi kerusakan pada wafer silikon hingga hanya 2,6%. Inovasi ini sangat penting mengingat limbah panel surya diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Pomodo.id - China telah memperkenalkan metode ramah lingkungan baru untuk memulihkan perak dari panel surya bekas tanpa menggunakan asam berbahaya. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ningxia menunjukkan bahwa mereka dapat mengambil hingga 97% perak dari sel surya yang sudah tidak terpakai dengan menenggelamkan sel tersebut ke dalam campuran garam natrium dan kalium hidroksida yang cair. Proses ini bersifat efisien karena meminimalkan kerusakan pada silikon panel yang hanya mencapai 2,6%. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang pemulihan logam berharga tanpa menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan.Di dunia, panel surya generasi pertama sudah memasuki akhir masa pakainya yang berkisar antara 25 hingga 30 tahun. Sementara panel-panel ini menjadi limbah yang harus ditangani, mereka juga menyimpan potensi nilai yang signifikan. Meskipun perak hanya menyusun kurang dari 0,03% dari berat panel surya, metal ini berkontribusi hampir setengah dari nilai ekonomis panel. Dengan metode konvensional yang biasanya menggunakan proses pelarutan asam, limbah yang dihasilkan termasuk emisi nitrogen oksida yang beracun dan limbah air asam. Metode baru ini menghindari cara tersebut, memberikan perspektif baru untuk daur ulang panel surya.Namun, terdapat beberapa keterbatasan dengan metode ini. Meski efisien dalam pemulihan perak dan jauh lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan asam, teknik ini masih dalam tahap penelitian dan belum diterapkan secara luas dalam industri. Oleh karena itu, meskipun potensi signifikan terlihat jelas, sulit untuk memprediksi bagaimana dan kapan metode ini akan diintegrasikan dalam praktik daur ulang secara komersial.Bagi generasi muda di Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi yang signifikan. Sektor energi terbarukan, terutama panel surya, semakin mendapat perhatian di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi bersih. Inovasi seperti ini memberi peluang baru untuk karir di bidang teknologi bersih dan energi terbarukan. Peluang ini dapat menjanjikan pekerjaan di bidang riset, pengembangan teknologi, serta industri daur ulang di masa depan, yang relevan dengan tren global menuju sustainability — yang seringkali lebih dihargai oleh perusahaan saat ini.
Daur ulang panel surya adalah proses yang penting untuk menangani limbah elektronik yang dihasilkan oleh sel surya yang sudah tidak terpakai. Metode baru ini tidak hanya memulihkan logam berharga seperti perak, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari limbah yang dihasilkan. Ada pemahaman bahwa dengan meningkatkan langkah-langkah keberlanjutan dalam industri energi, kita dapat membantu menjaga lingkungan bagi generasi mendatang. Proses yang lebih bersih dan efisien dalam pemulihan logam dari panel surya akan menjadi berharga saat kita beralih ke energi berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.
Seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang daur ulang dan pemulihan logam berharga, seperti perak, Indonesia berpotensi menavigasi industrinya menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan. Dengan permintaan yang terus meningkat untuk sumber energi terbarukan, metode ramah lingkungan ini dapat membantu memfasilitasi inovasi yang lebih besar dalam cara kita mendaur ulang dan memanfaatkan sumber daya.Kesimpulannya, metode pemulihan perak tanpa penggunaan asam berbahaya menunjukkan bahwa kita dapat mengatasi masalah limbah dengan cara yang lebih baik dan lebih aman, membuka peluang baru baik untuk karir di industri energi maupun untuk menjaga lingkungan kita.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 29 Okt 2026, 22.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)