TLDR
Kepercayaan publik terhadap ilmu pengetahuan telah menurun setelah pandemi COVID-19. Ada hubungan antara rasa percaya terhadap ilmu pengetahuan dan pengalaman ekonomi individu. Negara dengan kepercayaan tinggi terhadap layanan kesehatan cenderung memiliki kepercayaan lebih besar terhadap ilmu pengetahuan. Pomodo.id - Kepercayaan publik terhadap sains mengalami penurunan yang signifikan setelah pandemi COVID-19, yang terlihat dalam survei terbesar tentang kepercayaan masyarakat terhadap sains. Survei yang dilakukan oleh Wellcome, sebuah lembaga pendanaan biomedis global yang berbasis di London, mengungkapkan bahwa di Republik Demokratik Kongo, 22% peserta menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak percaya pada sains pada tahun 2025. Penurunan ini mencakup pandangan tentang vaksin, persiapan menghadapi pandemi, energi bersih, dan untuk pertama kalinya, kecerdasan buatan.Survei ini menggambarkan bahwa tingkat kepercayaan bervariasi antara negara dan wilayah. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ada hubungan erat antara pengalaman hidup masyarakat dan pandangan mereka terhadap sains. Perasaan tidak aman secara finansial dapat meningkatkan jarak antara masyarakat dan para ilmuwan. Gordon Gauchat, seorang sosiolog di School of Government Harvard, menekankan bahwa ketidakamanan ekonomi membuat orang merasa terasing dari ilmu pengetahuan. Jika mereka merasa tidak stabil secara finansial, kemungkinan besar mereka akan kurang percaya pada sains.Namun, meskipun ada penurunan yang substansial, ada juga beberapa faktor yang dapat menawarkan harapan. Dalam konteks yang berbeda, survei menunjukkan adanya ketertarikan dan dukungan untuk penelitian serta teknologi baru, selama masyarakat dapat melihat manfaat langsungnya. Hal ini menciptakan peluang bagi para ilmuwan dan inovator untuk membangun kembali kepercayaan melalui keterlibatan lebih besar dengan masyarakat dan menjelaskan bagaimana penemuan mereka dapat memberikan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Energi bersih mengacu pada energi yang dihasilkan dari sumber yang tidak merusak lingkungan, seperti tenaga surya dan angin. Konsep ini penting karena mencakup upaya untuk menghadapi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon. Banyak orang salah paham bahwa energi bersih tidak ekonomis atau tidak dapat diakses. Namun, seiring perkembangan teknologi, biaya energi bersih semakin menurun, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau dan berkelanjutan untuk masa depan.
Penurunan kepercayaan publik terhadap sains berimplikasi besar bagi generasi muda di Indonesia, termasuk para mahasiswa, pekerja muda, dan calon investor. Ketika minat terhadap sains dan penelitian melemah, hal ini dapat berdampak pada pendanaan untuk proyek-proyek riset dan inovasi yang penting. Young Indonesians yang ingin berinvestasi atau membangun karir di sektor-sektor yang terkait dengan teknologi dan sains mungkin menemukan tantangan besar untuk meyakinkan calon investor atau sponsor akan keberhasilan ide-ide mereka.Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempengaruhi perspektif industri dan pendidikan di Indonesia. Jika generasi muda tidak melihat sains sebagai jalan untuk mencapai keamanan finansial atau peluang kerja, maka inovasi dan pertumbuhan dalam sektor yang bergantung pada teknologi dan penelitian dapat terhambat. Meskipun kepercayaan publik terhadap sains menurun, dampak dari penemuan ilmiah dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari seharusnya menjadi pendorong pola pikir baru bagi generasi mendatang untuk mengeksplorasi karir di bidang ini.Kepercayaan terhadap sains dan teknologi harus diperbaiki melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan sains. Dengan melihat ke depan, perubahan sikap terhadap sains dapat mengarah pada penciptaan peluang kerja yang lebih banyak dan peningkatan investasi di sektor teknologi, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 28 Okt 2026, 19.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)