TLDR
Undang-undang baru mewajibkan ilmuwan untuk mendaftar dengan SACNASP dan dapat menghadapi hukuman penjara jika tidak melakukannya. Ada kekhawatiran di kalangan ilmuwan tentang biaya pendaftaran dan ketidakjelasan mengenai siapa yang perlu mendaftar. SACNASP bertujuan untuk melindungi publik dan lingkungan melalui regulasi praktik ilmuwan alam. Pomodo.id - Rancangan undang-undang baru di Afrika Selatan menimbulkan kontroversi di kalangan ilmuwan alam, di mana mereka berisiko dijatuhi hukuman penjara hingga satu tahun jika tidak terdaftar di badan regulasi yang didukung pemerintah. Menurut undang-undang yang diusulkan, sejumlah ilmuwan diwajibkan untuk mendaftar dengan Dewan Profesi Ilmu Alam Afrika Selatan (SACNASP). SACNASP didirikan pada tahun 2003 dan seharusnya semua ilmuwan alam di negara tersebut telah terdaftar, tetapi banyak yang belum melakukannya.Tujuan dari undang-undang ini, seperti yang dinyatakan oleh CEO sementara Matshidiso Matabane, adalah untuk memprofessionalikan ilmu alam melalui pendaftaran dan regulasi. Undang-undang ini bertujuan melindungi kepentingan publik dengan mengatur perilaku ilmuwan yang berpraktik dan menjamin perlindungan lingkungan. Dengan adanya ketentuan ini, para ilmuwan alam akan diperlakukan serupa dengan insinyur dan profesional kesehatan yang wajib mendaftar di badan regulasi masing-masing.Namun, meskipun tujuan undang-undang ini terdengar positif, sejumlah ilmuwan terkemuka mengungkapkan bahwa banyak peneliti yang tidak menyadari adanya undang-undang tersebut atau konsekuensi hukuman yang mungkin dihadapi. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang diinginkan dan pemahaman praktisi tentang peraturan tersebut.
Dewan Profesi Ilmu Alam Afrika Selatan (SACNASP) adalah otoritas yang mengatur profesi ilmuwan alam di Afrika Selatan. Didirikan pada tahun 2003, lembaga ini bertujuan untuk memastikan bahwa ilmuwan yang berpraktik memenuhi standar profesional yang tinggi, serupa dengan insinyur dan tenaga kesehatan. Meskipun baik untuk kualitas profesi, ada kemungkinan bahwa pendaftaran wajib dapat menimbulkan beban tambahan bagi ilmuwan yang sudah memiliki tanggung jawab lain dalam penelitian atau pekerjaan mereka.
Perkembangan ini memunculkan pertanyaan yang relevan bagi generasi muda di Indonesia, terutama bagi mereka yang berkarir di bidang sains dan teknologi. Kesadaran akan kepatuhan terhadap regulasi adalah penting terutama dalam bidang penelitian yang semakin kompetitif. Jika regulasi semacam ini diterapkan di Indonesia, misalnya, peneliti muda perlu mempersiapkan diri untuk memahami dan mengikuti norma yang ditetapkan, dan mencari cara untuk menyelaraskan penelitian mereka dengan kebijakan pemerintah.Meskipun tidak ada aturan serupa yang sedang dibahas di Indonesia, isu ini menggambarkan pentingnya memahami regulasi dalam karir ilmiah. Bagi fresh graduate atau pekerja baru, pemahaman akan peran lembaga seperti SACNASP dan implementasi pendaftaran dalam karir mereka ke depan dapat membantu mereka dalam menavigasi dunia pekerjaan yang berorientasi pada kepatuhan dan regulasi. Meningkatnya perhatian terhadap regulasi di bidang ilmiah juga dapat membuka jalan untuk lebih banyak investasi di sektor-sektor yang berhubungan dengan teknologi dan sains di Indonesia, memperkuat peluang karir di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 19 Agu 2026, 18.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)