TLDR
Metode pengukuran saat ini mungkin meremehkan konsentrasi PFAS dalam air minum. Pengurangan batas pelaporan laboratorium dapat meningkatkan akurasi pengukuran PFAS. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya metode statistik yang lebih baik dalam interpretasi hasil monitoring air. Pomodo.id - Metode yang digunakan untuk melaporkan konsentrasi bahan kimia berbahaya dalam air minum di Amerika Serikat diduga hanya mencakup kurang dari setengah dari tingkat sebenarnya. Penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan dalam jurnal *Cell Reports Sustainability* mengungkapkan bahwa analisis lebih dari 1,8 juta catatan pengukuran dari seluruh negeri menunjukkan bahwa metode tradisional hanya dapat menangkap 44,1 persen dari konsentrasi model zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS) dalam sistem air komunitas. Hasil ini menunjukkan bahwa metode yang ada saat ini mungkin meremehkan jumlah PFAS yang hadir dalam air.PFAS, sering disebut sebagai "bahan kimia selamanya," adalah senyawa buatan manusia yang tidak dapat terurai secara alami dan proses penghancurannya pun cenderung mahal dan hasilnya tidak selalu efektif. Di bawah Aturan Pemantauan Kontaminan Tidak Terkendali ke-5 dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), sistem air publik memantau 29 jenis PFAS dalam air minum. Dari 1.863.306 catatan pengukuran yang diperiksa dari 10.297 sistem yang diawasi, hanya 2 persen yang menunjukkan deteksi di atas batas pelaporan. Para peneliti menyatakan bahwa mengganti hasil yang tidak terdeteksi dengan nol, setengah dari batas deteksi, atau batas deteksi itu sendiri adalah praktik umum dalam pemantauan kualitas air, yang dapat memperkenalkan bias ke dalam estimasi rata-rata dan pengukuran statistik lainnya.
PFAS adalah kelompok bahan kimia yang dapat ditemukan pada produk sehari-hari seperti kemasan makanan dan pelapis antiair. Karena sifatnya yang tahan lama dan berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan, banyak negara kini berfokus pada pemantauan dan pengurangan konsentrasi zat ini di dalam air. Kerusakan yang ditimbulkan oleh PFAS tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan manusia, misalnya, melalui kontaminasi dalam pasokan air dan makanan.
Temuan mengenai kekurangan dalam pelaporan PFAS di Amerika Serikat ini relevan dan dapat memberikan pelajaran untuk Indonesia. Kesadaran akan kualitas air adalah sesuatu yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Dengan semakin banyaknya kesadaran tentang isu lingkungan, ini menciptakan peluang bagi para profesional muda di Indonesia untuk terlibat dalam bidang teknologi lingkungan, pemantauan kualitas air, dan inovasi dalam metode pengolahan air. Karier di sektor ini berpotensi memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan sumber daya alam negara dan menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk generasi mendatang.Kondisi ini juga membuka jalan bagi investasi dalam teknologi pengolahan air yang lebih baik, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat. Bagi banyak mahasiswa dan lulusan yang tertarik dengan isu lingkungan dan kesehatan publik, keterlibatan dalam bidang ini dapat menjadi karier yang menjanjikan. Oleh karena itu, mengikuti perkembangan dan penelitian terbaru mengenai PFAS dan kontaminasi air menjadi langkah penting bagi generasi muda di Indonesia untuk menghadapi tantangan lingkungan dan kesehatan di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 25 Okt 2026, 03.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)