TLDR
Novo Nordisk sedang menguji daur ulang air limbah dari produksi farmasi untuk mengurangi konsumsi air hingga 50 persen. Teknologi osmosis terbalik digunakan untuk memurnikan air, tetapi analisis risiko diperlukan untuk memastikan keamanan air yang didaur ulang. Proyek ini dapat meningkatkan keamanan air di daerah dengan sumber daya air yang terbatas dan membantu memenuhi standar kualitas obat. Pomodo.id - Novo Nordisk sedang menguji kemungkinan mendaur ulang air limbah dari produksi farmasi untuk digunakan kembali dalam proses pembuatan, yang memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi air perusahaan sebesar 50 persen. Proyek ini dilakukan bekerja sama dengan para peneliti dari Technical University of Denmark (DTU) dan bertujuan untuk mengatasi salah satu tantangan dalam daur ulang air industri. Dalam produksi farmasi, air yang digunakan harus sangat murni, terutama untuk obat-obatan suntik; kebutuhan akan air bersih ini semakin mendesak seiring meningkatnya konsumsi air dalam sektor tersebut.Penelitian oleh Akdemi Teknik Denmark menunjukkan bahwa penggunaan air di sektor industri Denmark secara keseluruhan tetap tidak berubah antara 2012 hingga 2022, namun, sektor manufaktur farmasi mencatatkan kenaikan konsumsi air sebesar 35,8% selama periode yang sama. Saat ini, Novo Nordisk sudah melakukan reuse (penggunaan kembali) sebagian air proses di menara pendingin untuk membantu mendinginkan mesin sebelum akhirnya menguap. Melalui proyek ini, mereka ingin mengetahui apakah air limbah yang dihasilkan langsung dari produksi farmasi bisa diolah dan dikembalikan ke proses produksi.Menggunakan teknologi penyaringan berbasis membran, perusahaan berharap dapat mengolah air limbah dari proses produksi itu sendiri. Andreas Herfelt, Environmental Lead di Novo Nordisk, menyatakan, “Jika kita bisa mendaur ulang aliran air limbah yang berasal dari proses di pabrik farmasi, kami memperkirakan bisa mengurangi konsumsi air kami sebesar 50 persen.” Ini merupakan langkah besar, mengingat efisiensi sumber daya menjadi fokus utama dalam industri modern.Tantangan yang ada dalam penerapan teknologi ini mencakup efektivitas sistem penyaringan dalam mengolah air limbah yang memiliki kontaminasi kompleks dari proses produksi. Teknologi daur ulang ini perlu memenuhi standar lingkungan dan kesehatan agar air yang dihasilkan layak untuk digunakan kembali. Keterbatasan lain juga terdapat pada biaya awal untuk mengimplementasikan sistem tersebut dan memastikan keamanannya dalam proses produksi jangka panjang.
Daur Ulang Air Limbah dalam Produksi
Daur ulang air limbah adalah proses mengolah kembali air yang sudah digunakan untuk menghilangkan kontaminan sehingga bisa digunakan kembali. Dalam konteks produksi farmasi, ini sangat penting karena air harus memenuhi standar kebersihan yang ketat. Jika tidak berhasil, usaha tersebut dapat menghambat produksi. Kesadaran akan penghematan melalui daur ulang juga dapat meningkatkan keberlanjutan dalam industri secara keseluruhan, mengurangi dampak lingkungan dari limbah industri.
Kembangkan pengetahuan kamu tentang teknologi dan praktik baru ini, karena industri farmasi di Indonesia, yang berkembang pesat, mungkin bisa menerapkan inovasi serupa. Dengan meningkatnya kebutuhan akan air bersih di seluruh dunia, penggunaan teknologi dan praktik yang lebih efisien ini akan menjadi lebih penting. Proyek-proyek seperti yang dilakukan Novo Nordisk menunjukkan bahwa ada peluang bagi profesional di bidang teknik, lingkungan, dan manajemen sumber daya untuk mengambil peran aktif dalam industri yang lebih berkelanjutan.Dengan pertumbuhan pesat industri farmasi, keberhasilan proyek daur ulang air ini tidak hanya menguntungkan perusahaan dalam penghematan biaya, tetapi juga menawarkan peluang karir baru di bidang ilmu lingkungan dan teknik. Menjadi bagian dari industri yang bergerak menuju keberlanjutan tidak hanya relevan di Denmark, tetapi juga di Indonesia, yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan sumber daya air. Dengan peningkatan penguasaan teknologi dan keberlanjutan, para profesional muda di Indonesia bisa berkontribusi pada solusi yang dibutuhkan untuk masa depan yang lebih bersih dan lebih efisien.