TLDR
Kerentanan PHP2Shell dapat dieksploitasi tanpa autentikasi, memungkinkan akses tidak sah ke sistem yang rentan. Pembaruan keamanan dirilis oleh PHP Foundation untuk mengatasi kerentanan, tetapi banyak sistem masih belum diperbarui. Ada kemungkinan bahwa eksploitasi terhadap kerentanan ini akan terus berlanjut seiring dengan lambatnya pembaruan dari tim TI kecil dan pengembang individu. Pomodo.id - Kerentanan PHP2Shell dapat mengancam jutaan situs web di seluruh dunia, dan yang lebih mengkhawatirkan, hal ini dapat terjadi tanpa memerlukan kata sandi untuk mengakses atau mengubah data di server. Dua kerentanan yang dikenal dengan sebutan CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, telah ada dalam sistem PHP selama hampir dua dekade. Penemuan ini telah memicu respons keamanan darurat dari berbagai organisasi, termasuk Pusat Keamanan Nasional AS (NSA), yang mendesak pemilik situs web untuk segera memperbarui sistem mereka.PHP adalah bahasa pemrograman yang menjadi tulang punggung sekitar 70% situs web yang ada di internet, termasuk banyak platform populer seperti WordPress. Kerentanan ini ditemukan oleh tim keamanan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisa dan mengidentifikasi kelemahan dalam sistem. OpenAI dan Wiz, sebuah perusahaan keamanan siber, telah memainkan peran penting dalam penemuan kerentanan ini. Riset dan kolaborasi yang dilakukan memunculkan perhatian mendalam mengenai bagaimana kecerdasan buatan dapat mengungkapkan risiko yang ada sebelum para penyerang dapat memanfaatkannya.Namun, meskipun upaya telah dilakukan untuk mendistribusikan patch (perbaikan) oleh Yayasan PHP dan lainnya, tidak semua situs web akan langsung mendapatkan pembaruan tersebut. Banyak website yang masih menggunakan versi PHP lama, seperti PHP 5 yang dirilis sejak 2004 dan tidak lagi mendapatkan dukungan. Dalam situasi ini, situs web yang tidak mendapatkan pembaruan harus mempertimbangkan untuk offline sementara demi menghindari kemungkinan eksploitasi oleh peretas.
PHP adalah bahasa pemrograman yang populer dan digunakan untuk pengembangan situs web. Mengetahui bahwa sekitar 70% situs web menggunakan PHP, penting untuk memastikan keamanan sistem ini. Kerentanan yang hadir dalam PHP bisa diabaikan oleh banyak pengguna sebelum ini, namun sekarang bisa menjadi ancaman serius bagi operasi online. Pembaruan reguler sangat direkomendasikan untuk mencegah risiko kerentanan yang telah terdeteksi.
Bagi generasi muda di Indonesia, yang mungkin sedang belajar atau baru memulai karier di bidang teknologi informasi, ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber. Seiring bertumbuhnya ekosistem digital di Indonesia, pemahaman dan penerapan praktik ketahanan keamanan harus menjadi prioritas, baik dalam studi maupun dalam bekerja di perusahaan yang bergantung pada teknologi. Mengingat biaya potensi kerugian yang dapat ditimbulkan akibat serangan siber bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran Rupiah, konsekuensi dari kerentanan seperti ini tidak bisa dianggap sepele.Kedepannya, pemuda Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan keterampilan di bidang keamanan siber dan memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melindungi sistem. Dalam industri yang semakin bergantung pada sistem digital, memahami dan menerapkan keamanan dalam pengembangan perangkat lunak akan menjadi sebuah keunggulan kompetitif.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Okt 2026, 23.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)