TLDR
Seorang pria berusia enam puluhan di Perancis meninggal setelah terinfeksi virus Shamonda dari sapi. Virus Shamonda ditularkan melalui gigitan midges, dengan kemungkinan penularan melalui makanan atau transfusi darah yang lebih rendah. Penularan antar manusia untuk virus orthobunyavirus, termasuk Shamonda, diperkirakan rendah, tetapi risiko meningkat pada individu yang imunocompromised. Pomodo.id - Kasus infeksi virus Shamonda pada manusia telah terkonfirmasi di Prancis, menandai langkah baru dalam pemahaman tentang virus yang telah menginfeksi ternak di Eropa. Seorang pria berusia 60-an yang menderita kanker meninggal pada 9 Oktober setelah menunjukkan gejala neurologis seperti kehilangan penglihatan dan kebingungan selama 16 hari. Virus Shamonda pertama kali terdeteksi pada sapi di Eropa pada bulan Juli dan saat ini belum banyak informasi yang tersedia mengenai dampaknya pada tubuh manusia.Pria tersebut tinggal di daerah pedesaan di wilayah Rhône–Alpes, tempat virus Shamonda sebelumnya telah terdeteksi pada ternak. Menurut laporan kasus yang diterbitkan di Eurosurveillance, kemungkinan besar ia terinfeksi setelah digigit oleh midges, serangga kecil yang dapat menularkan virus ini. Meskipun ada kemungkinan penularan melalui makanan yang terkontaminasi atau transfusi darah, penulis laporan menyatakan bahwa kemungkinan itu lebih rendah. Peneliti menyebutkan bahwa risiko penularan antar manusia tergolong rendah.Virus Shamonda termasuk dalam keluarga virus orthobunyavirus, yang dikenal dapat menginfeksi hewan seperti sapi dan rusa, serta disebarkan melalui gigitan nyamuk dan midges. Hingga saat ini, tidak tersedia vaksin atau perawatan antivirus untuk virus yang termasuk golongan ini. Krispin Hajkowicz, peneliti penyakit menular dari Universitas Queensland, menyatakan bahwa hal ini menyoroti kurangnya pemahaman yang mendalam tentang virus ini.
Virus orthobunyavirus merupakan kelompok virus yang diketahui menginfeksi hewan dan dapat ditularkan pada manusia melalui gigitan serangga. Meskipun telah teridentifikasi, masih banyak yang perlu diketahui tentang bagaimana virus ini memengaruhi kesehatan manusia. Penting untuk mencatat bahwa menurut informasi saat ini, penularan antar manusia tergolong rendah, sehingga risiko wabah tidak sebesar infeksi dari gigitan serangga.
Perkembangan ini memiliki implikasi penting bagi generasi muda di Indonesia. Meskipun virus ini masih relatif baru, peningkatan pengetahuan tentang virus dan potensi infeksinya dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dan profesional di bidang kesehatan untuk mengejar karir sebagai peneliti atau tenaga medis. Di Indonesia, di mana sektor kesehatan sedang berkembang, pentingnya penelitian tentang penyakit menular dapat menjadi peluang bagi orang-orang muda untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi terhadap masalah kesehatan global.Dengan adanya perhatian yang lebih terhadap masalah kesehatan masyarakat dan virus menular, generasi muda di Indonesia dapat mempersiapkan diri untuk berkarir di bidang penelitian kesehatan, epidemiologi, atau industri kesehatan. Hal ini menjadi relevan karena peningkatan pemahaman tentang penyakit menular, termasuk virus Shamonda, dapat mendorong investasi di sektor kesehatan dan teknologi medis, yang pada gilirannya dapat membuka peluang kerja dan inovasi lebih lanjut di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Okt 2026, 03.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)