TLDR
Kekeringan dapat meningkatkan risiko penyebaran demam kuning melalui perubahan perilaku hewan dan nyamuk. Wabah demam kuning di Brasil dipicu oleh kombinasi kekeringan ekstrem dan rendahnya tingkat vaksinasi. Perilaku hewan, seperti primata yang mencari air, memainkan peran penting dalam penyebaran virus ke daerah perkotaan. Pomodo.id - Kekeringan yang baru-baru ini terjadi di Brasil diperkirakan telah berkontribusi pada wabah demam kuning perkotaan pertama dalam beberapa dekade. Penelitian yang dirilis pada tanggal 14 Agustus menunjukkan bahwa kekeringan yang dipicu oleh fenomena El Niño pada tahun 2015 menciptakan kondisi yang memungkinkan virus demam kuning menyebar dari hutan ke kawasan perkotaan. Dalam keadaan kekurangan air, monyet dan nyamuk yang mencari sumber air mungkin berpindah ke daerah perkotaan, membawa virus tersebut bersamanya. Simulasi komputer mengindikasikan bahwa perpindahan primata yang terinfeksi dan nyamuk yang berkeliaran untuk menghindari dehidrasi adalah faktor-faktor yang memicu penyebaran virus ini. Selama wabah yang dimulai pada akhir 2016, lebih dari 2.000 orang terinfeksi dan hampir 750 di antaranya meninggal dunia.Data pendukung menunjukkan bahwa kekeringan dapat meningkatkan risiko demam kuning, terutama pada situasi di mana vaksinasi terhadap penyakit ini berada pada tingkat rendah di antara penduduk. Peneliti juga menekankan bahwa perubahan perilaku hewan selama kekeringan, jika digabungkan dengan deforestasi, dapat memperburuk situasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kekeringan memicu penyebaran penyakit, ada banyak faktor lain yang turut berkontribusi, seperti tingkat vaksinasi yang rendah.Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua kasus demam kuning dapat diatribusikan langsung kepada kekeringan. Misalnya, dalam beberapa kawasan, peningkatan kepadatan penduduk dan pengelolaan lingkungan yang tidak efektif juga dapat memperburuk penyebaran virus ini. Situasi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang komprehensif dalam menangani risiko epidemi, termasuk cara-cara untuk meningkatkan kesadaran dan program vaksinasi di kawasan yang berisiko tinggi.
El Niño adalah fenomena iklim yang dapat menyebabkan perubahan cuaca ekstrim, termasuk kekeringan dan curah hujan yang tidak terduga. Fenomena ini terjadi secara periodik dan dapat berdampak signifikan terhadap ekosistem serta kesehatan manusia. Dalam konteks Brasil, El Niño pada 2015 memperkuat kekeringan, yang berkontribusi pada munculnya wabah demam kuning. Hal ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim yang berkaitan dengan El Niño dapat menciptakan risiko kesehatan yang lebih besar, dan upaya pencegahan perlu diperbarui untuk menanggapi pergeseran pola cuaca.
Melihat ke depan, prediksi menyarankan bahwa dengan perubahan iklim terus berlanjut, Brasil akan menghadapi lebih banyak periode kekeringan, yang dapat memicu wabah penyakit seperti demam kuning lebih sering di masa mendatang. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah Brasil untuk mengembangkan strategi kesehatan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan inokulasi untuk mengurangi dampak dari penyebaran penyakit menular. Kesadaran dan pemahaman yang lebih besar tentang bagaimana cuaca ekstrem dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sangat penting, bukan hanya di Brasil, tetapi juga di negara-negara lain yang menghadapi risiko serupa dari perubahan iklim.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 15 Agu 2026, 01.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)