TLDR
Pomodo.id menawarkan solusi inovatif untuk manajemen waktu. Pengguna dapat meningkatkan produktivitas mereka dengan menggunakan aplikasi Pomodo.id. Teknologi dan fitur yang disediakan membantu dalam pengelolaan tugas yang lebih efisien. Pomodo.id - Pusat Riset Elektronika, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (PRE OREI) BRIN bersama Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Smart Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) untuk mendukung keselamatan pelayaran di Indonesia. Kerja sama ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan peluang pemanfaatan teknologi elektronika dan informatika bagi keselamatan pelayaran.Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Elektronika BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, bersama Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan, Fini, pada Kamis (15/10/2026) di Bandung.Yusuf menerangkan kerja sama tersebut merupakan upaya bersama mengoptimalkan pengembangan Smart SBNP guna mendukung keselamatan pelayaran, dan kolaborasinya telah terjalin sejak 2022. "Ini bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut sistem pemantauan Smart SBNP yang telah terpasang pada SBNP milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan sehingga dapat menyediakan informasi kondisi SBNP dari jarak jauh, untuk mendukung layanan kenavigasian dan keselamatan pelayaran di wilayah kerja Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan," jelasnya.Ia menyebutkan, SBNP merupakan peralatan atau sistem yang berada di luar kapal yang didesain dan dioperasikan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi bernavigasi kapal dan/atau lalu lintas kapal. Smart SBNP berarti SBNP dilengkapi sistem pemantauan berbasis sensor dan teknologi telekomunikasi nirkabel sehingga kondisi dan kinerjanya dapat dipantau dari jarak jauh secara berkala.Kepala Distrik Navigasi Tanjung Intan, Fini, menjelaskan selain sebagai riset dan inovasi pengembangan, Smart SBNP terintegrasi dilengkapi dengan berbagai jenis sensor, akuisisi data, pengolahan data, dan sistem pemantauan. "Riset bersama menjadi wadah pertukaran data dan pertukaran informasi serta ilmu pengetahuan melalui pemanfaatan personel dan tenaga ahli maupun tenaga pendukung lainnya yang dimiliki PRE dan Disnav. Selain itu juga pemanfaatan bersama sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung lainnya," terang Fini.Beberapa teknologi yang dibahas dalam diskusi tersebut meliputi pelampung suar, Long Range Wide Area Network (LoRaWAN), End Node Sensor, dan Gateway. Pelampung suar merupakan sarana bantu navigasi pelayaran yang berfungsi menandai bahaya, seperti karang, perairan dangkal, gosong, dan kerangka kapal, serta membantu navigator mengidentifikasi perairan aman dan pemisah alur pelayaran.LoRaWAN adalah protokol komunikasi nirkabel berdaya rendah dengan jangkauan luas yang memungkinkan perangkat elektronik dan sensor bertenaga baterai mengirimkan data dari lokasi jauh atau sulit dijangkau (blank spot) ke Gateway. End Node Sensor merupakan perangkat yang dipasang pada SBNP, dilengkapi sensor untuk mendeteksi kondisi objek atau lingkungan serta modul komunikasi untuk mengirimkan data melalui jaringan LoRaWAN ke Gateway. Selanjutnya, Gateway meneruskan data tersebut ke sistem pemantauan di Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tanjung Intan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 23 Okt 2026, 19.52 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)