TLDR
Kota pintar perlu diadaptasi untuk menghadapi krisis dan bencana alam. Informasi yang relevan sangat penting dalam mengelola situasi darurat. Banjir yang terjadi menunjukkan tantangan nyata dalam pencapaian kota yang lebih aman dan tangguh. Pomodo.id - Pada tanggal 4 November 2024, Barcelona menghadapi bencana banjir besar yang memperlihatkan tantangan dalam pengelolaan informasi di kota pintar. Dalam konteks ini, Nick Herbert, Direktur Eksekutif Layanan Publik Global di ServiceNow, mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi bukanlah akses terhadap informasi, melainkan kemampuan untuk mengidentifikasi sinyal-sinyal penting di tengah gelombang informasi yang berlebihan. Saat Barcelona terbenam dalam air, kerajaan teknologi yang diharapkan akan membantu mengelola krisis justru menghadapi ujian nyata ketika 217 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat banjir yang melanda Valencia dan sekitarnya.Barcelona, yang dikenal sebagai pusat inovasi dan teknologi, juga menjadi tuan rumah Smart City Expo World Congress di mana pemimpin dari berbagai negara berkumpul untuk berdiskusi tentang lingkungan cerdas dan keselamatan publik. Ironisnya, saat para pengambil kebijakan berdiskusi tentang mempersiapkan kota untuk bencana dengan teknologi, kota di sekitar mereka berjuang menghadapi kenyataan yang keras. Layanan kereta api terhenti, penerbangan dibatalkan, dan ribuan orang terjebak dalam situasi darurat. Situasi ini menyoroti betapa pentingnya memiliki sistem yang efektif untuk mengelola dan menganalisis data selama krisis, terutama ketika semakin banyak sensor dan platform media sosial memberikan informasi yang bersamaan.
Manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, dan respons terhadap risiko yang dapat mempengaruhi suatu organisasi atau komunitas. Di tengah bencana, manajemen risiko yang baik dapat membantu minimalkan kerugian dengan merespons secara cepat dan efektif. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa manajemen risiko hanya diperlukan dalam konteks bisnis atau keuangan, padahal hal ini juga sangat penting dalam konteks layanan publik dan keselamatan masyarakat, terutama dalam krisis yang melibatkan bencana alam.
Meskipun banyak yang percaya bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk mengelola semua jenis informasi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ada batasan dalam kapasitas kita untuk menyaring informasi yang relevan dari banyaknya data yang tersedia. Penggunaan sensor Internet of Things (IoT), CCTV, dan media sosial memang dapat memberikan data saat krisis, tetapi tantangan terbesar tetap pada apakah pemerintah dan instansi publik bisa menganalisis informasi tersebut dengan efektif dan cepat. Persoalan ini menuntut keterampilan baru dalam analisis data dan pemanfaatan teknologi canggih untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.Kondisi ini menunjukkan pentingnya keahlian dalam pengelolaan dan analisis data bagi para generasi muda di Indonesia, terutama bagi mereka yang tertarik pada karir di sektor teknologi atau layanan publik. Dengan meningkatnya kebutuhan akan smart city dan sistem manajemen bencana di seluruh dunia, peluang bagi mereka yang menguasai keterampilan ini akan semakin terbuka. Mengingat bahwa tantangan terkait manajemen bencana di Barcelona dapat juga dihadapi oleh kota-kota di Indonesia, ini menggarisbawahi perlunya investasi dalam pendidikan dan pelatihan di bidang yang relevan. Dengan memahami bagaimana krisis dapat ditangani melalui teknologi, generasi muda bisa diperkuat untuk berkontribusi di sektor ini dengan cara yang berarti.Sementara bencana seperti banjir dapat menyerang tanpa peringatan, penting bagi kita untuk belajar dari pengalaman global. Keterampilan yang diperlukan untuk mengelola informasi selama masa-masa darurat sekarang menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi yang harus dipahami oleh generasi muda. Ini tidak hanya menyangkut bagaimana cara respons darurat tetapi juga bagaimana ketahanan kota dapat meningkatkan kualitas hidup.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 14 Okt 2026, 18.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)