TLDR
Magnetometer genggam dapat mendeteksi kereta bawah tanah dengan akurasi tinggi. Perangkat ini menggunakan uap rubidium dan teknologi laser untuk mengukur gangguan medan magnet. Aplikasi potensial dari teknologi ini termasuk deteksi kapal selam dan eksplorasi mineral. Pomodo.id - Peneliti di Universitas Sains dan Teknologi China telah berhasil mengembangkan magnetometer kuantum genggam yang dapat mendeteksi kereta bawah tanah yang bergerak di bawah jalan kota. Dalam pengujian nyata, alat kecil ini berhasil melacak perubahan medan magnet Bumi saat kereta tiba, berhenti, dan meninggalkan stasiun. Penemuan ini menunjukkan bahwa teknologi ini dapat digunakan tidak hanya untuk transportasi, tetapi juga berpotensi untuk mendeteksi kapal selam yang beroperasi di bawah air dengan menangkap tanda magnetiknya.Magnetometer ini memiliki ukuran sekitar 7 kubik sentimeter dan hanya memerlukan daya 5 watt. Walaupun kecil, alat ini mampu mendeteksi gangguan magnet yang disebabkan oleh pergerakan kereta meskipun latar belakang medan magnet Bumi jauh lebih besar. Perangkat ini menggunakan sel kecil yang diisi dengan uap rubidium. Cahaya laser yang melewati uap tersebut akan terpengaruh oleh perubahan medan magnet sekitar yang mempengaruhi perilaku atom rubidium. Perubahan ini akan mempengaruhi jumlah cahaya laser yang dikirimkan, memungkinkan sistem untuk menghitung kekuatan medan magnet.
Magnetometer kuantum adalah perangkat canggih yang menggunakan prinsip fisika kuantum untuk mendeteksi medan magnet dengan sangat akurat. Alat ini penting untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan pengukuran presisi tinggi, termasuk dalam bidang kedokteran dan ilmu material. Berbeda dengan alat pengukuran tradisional yang mungkin memerlukan kondisi ekstrem seperti suhu sangat rendah, magnetometer ini berfungsi pada suhu ruangan dan bisa digunakan di berbagai kondisi lapangan.
Namun, meski magnetometer ini sangat sensitif, ada batasan dalam fungsinya. Perangkat yang lebih canggih seperti superconducting quantum interference devices (SQUIDs) bisa mendeteksi medan magnet dengan sensitivitas yang jauh lebih tinggi, bahkan di bawah satu femtotesla. Akan tetapi, perangkat-perangkat tersebut seringkali membutuhkan suhu ekstrem dan tidak selalu praktis untuk digunakan di lapangan. Ini menandakan bahwa meskipun magnetometer kuantum genggam ini inovatif, mungkin masih diperlukan teknologi tambahan untuk aplikasi yang lebih kompleks.Pengembangan teknologi ini membawa implikasi signifikan untuk generasi muda di Indonesia. Teknologi pengukuran presisi tinggi seperti magnetometer kuantum ini membuka peluang baru dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian ilmiah hingga penggunaan di sektor industri yang membutuhkan pengukuran magnetik yang akurat. Dengan kemampuan untuk mendeteksi pergerakan objek seperti kereta bawah tanah, kemampuan ini dapat diterapkan di banyak bidang, termasuk transportasi dan keamanan.Masa depan teknologi ini cukup menjanjikan, terutama untuk industri yang melibatkan penerapan teknologi canggih dan inovasi. Saat Indonesia terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi, ada kemungkinan untuk tumbuhnya peluang karir baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih, dengan kemajuan dalam teknologi semacam ini, para mahasiswa dan lulusan baru dapat semakin siap memasuki dunia kerja yang berkaitan dengan teknologi, meraih peluang yang lebih baik untuk berkontribusi di masa depan.