TLDR
Rotasi Bumi yang cepat mungkin telah mencapai puncaknya dan kini melambat kembali. Perubahan iklim berkontribusi pada perlambatan rotasi Bumi melalui pencairan es dan redistribusi air. Faktor-faktor seperti orbit bulan dan dinamika inti Bumi mempengaruhi kecepatan rotasi. Pomodo.id - Rotasi Bumi saat ini menunjukkan tanda-tanda bahwa percepatan yang tidak biasa mungkin telah mencapai puncaknya. Pada 26 Juli 2026, diharapkan Bumi akan mencatat hari terpendeknya, meskipun perubahan ini tidak akan dirasakan oleh kebanyakan orang. Data terbaru dari International Earth Rotation and Reference Systems Service, yang bertanggung jawab menjaga standar waktu global, menunjukkan bahwa rotasi planet kita kembali melambat setelah beberapa tahun mengalami rentetan hari yang sangat pendek.Fenomena percepatan rotasi ini mengejutkan para ilmuwan setelah bertahun-tahun di mana diharapkan rotasi Bumi akan terus melambat. Graham Jones, seorang astronom di TimeAndDate.com, menjelaskan bahwa tren ini pertama kali terlihat pada tahun 2020, ketika Bumi mencatat 28 hari terpendek dalam era jam atom. Rekor baru diikuti pada tahun 2022, dan tahun 2025 juga menunjukkan serangkaian hari yang sangat pendek. Perubahan ini dapat menimbulkan kemungkinan adanya detik lompat negatif untuk pertama kalinya dan sedikit mengubah jalur gerhana matahari, yang menyebabkan beberapa kota di Texas terluput dari jalur tersebut. Perbedaan kecil dalam rotasi Bumi memengaruhi seberapa akurat jalur gerhana dapat dihitung.
Rotasi Bumi adalah proses di mana Bumi berputar pada sumbunya, yang berlangsung selama sekitar 24 jam untuk menyelesaikan satu putaran penuh. Proses ini sangat penting bagi sistem waktu yang kita gunakan, karena keandalan rotasi Bumi menjadi dasar penentuan waktu global. Satu kesalahpahaman umum adalah bahwa perubahan kecil dalam rotasi atau panjang hari tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, padahal dampaknya bisa terlihat dalam bagaimana kita menghitung waktu dan merencanakan berbagai peristiwa astronomi seperti gerhana.Meski ada akselerasi rotasi, data terbaru menunjukkan bahwa periode percepatan ini mungkin telah berakhir. Perubahan ini terus tidak terduga, mengingat Bumi biasanya beroperasi sebagai jam yang sangat dapat diandalkan. Sebagaimana dijelaskan oleh Jones, rotasi Bumi dapat dipengaruhi oleh posisi bulan. Bumi akan berputar lebih lambat saat bulan berada di atas ekuator, dan lebih cepat ketika bulan berada di utara atau selatan ekuator.Akhirnya, faktor-faktor seperti perubahan iklim dapat memengaruhi rotasi Bumi dengan cara yang kompleks. Ada kemungkinan bahwa penurunan rotasi dapat memperburuk dampak dari perubahan iklim yang lebih luas, menghasilkan dampak yang lebih besar pada kehidupan di Bumi. Pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana perubahan-perubahan ini berlangsung dan interaksinya dengan gaya gravitasi dari bulan dan bumi lainnya menjadi penting untuk meramalkan bagaimana rotasi Bumi mungkin berubah di masa depan.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.