TLDR
Huawei percaya bahwa infrastruktur komputasi AI mereka akan mengalami pergeseran besar di pasar domestik pada tahun depan. Prosesor Ascend Huawei telah mengungguli Nvidia dalam pangsa pasar domestik di China. Nvidia mulai mengirimkan prosesor H200 ke China di bawah perjanjian lisensi baru, meskipun kontribusinya terhadap pendapatan masih sangat kecil. Pomodo.id - Huawei baru-baru ini mengklaim bahwa chip Ascend mereka telah mengungguli produk dari Nvidia dalam pangsa pasar AI domestik China. Eric Xu Zhijun, Ketua Rotating Huawei, menyatakan bahwa perusahaan mengharapkan pergeseran besar dalam infrastruktur komputasi kecerdasan buatan di China seiring dengan meningkatnya adopsi chip Ascend untuk pelatihan model. Dalam konferensi Huawei Connect 2026 di Shanghai, Xu menegaskan bahwa banyak pelatihan model AI diharapkan akan berbasis pada sistem seperti SuperPoD atau SuperCluster yang menggunakan Ascend 950DT mulai tahun depan.Sistem Ascend ini diklaim telah mengambil alih pangsa pasar dari Nvidia, meskipun Xu tidak memberikan angka spesifik tentang klaim tersebut. Sementara itu, Nvidia baru-baru ini mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai pengiriman prosesor H200 ke China di bawah pengaturan lisensi baru dari AS, namun catatan penjualannya hanya merepresentasikan kurang dari 1 persen dari pendapatan pusat datanya pada kuartal kedua. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun Nvidia tetap menjadi kekuatan besar di pasar global, Huawei telah berhasil membangun momentum yang signifikan di pasar domestik China.
Ascend 960DT adalah chip kecerdasan buatan generasi berikutnya yang sedang dikembangkan oleh Huawei dan diharapkan diluncurkan pada kuartal pertama 2027. Chip ini dirancang untuk meningkatkan performa pelatihan model AI, diharapkan dengan kemampuan untuk menggandakan kinerja setiap tahun. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Huawei berfokus pada inovasi dan persaingan dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia dalam menghadirkan solusi AI yang lebih efisien.
Meskipun Huawei menunjukkan kemajuan dengan chip Ascend, tantangan tetap ada. Nvidia telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak dapat memastikan pengiriman chip H200 ke China secara massal sebelum penerapan lisensi baru dan persetujuan dari pemerintah China. Hal ini menyoroti ketatnya persaingan dalam industri chip AI dan menunjukkan bahwa meskipun inti solusi Huawei mendapatkan perhatian, Nvidia masih memiliki keunggulan dalam hal penggunaan teknologi yang sudah terbukti di pasar internasional.Bagi pemuda Indonesia yang sedang mempersiapkan karir di bidang teknologi, perkembangan ini memiliki implikasi signifikan. Dengan meningkatnya adopsi teknologi AI, peluang untuk bekerja dalam pengembangan dan pelatihan model AI di perusahaan seperti Huawei dan Nvidia akan meningkat. Keberadaan chip seperti Ascend 960DT menunjukkan perlunya keahlian dalam bidang kecerdasan buatan dan pengembangan perangkat keras, yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Indonesia di pasar global.Kedepannya, baik Huawei maupun Nvidia diharapkan untuk terus bersaing, yang dapat mendorong inovasi teknologi lebih lanjut. Bagi mereka yang mempertimbangkan karir di bidang teknologi, pengetahuan tentang sistem komputasi AI dan keahlian dalam memanfaatkan perangkat keras mutakhir seperti chip Ascend dapat menjadi nilai jual yang signifikan. Dalam era di mana kecerdasan buatan semakin mendominasi industri, pemahaman tentang teknologi ini tidak hanya relevan, tetapi juga krusial dalam mempersiapkan masa depan karir di bidang teknologi.