TLDR
Fasilitas Project Brighton dapat menghilangkan 450 ton karbon dioksida dan menghasilkan 475.000 galon air bersih setiap tahun. Teknologi HDAC Avnos dapat menangkap CO2 dari atmosfer tanpa memerlukan panas eksternal, menjadikannya efisien untuk berbagai aplikasi. Project Cedar akan melanjutkan pengembangan infrastruktur penangkapan karbon dengan dukungan pendanaan hingga $17 juta. Pomodo.id - Sebuah fasilitas baru untuk penangkapan karbon di New Jersey mulai beroperasi, dengan kapasitas menghilangkan 450 ton karbon dioksida dari atmosfer setiap tahun, sambil menghasilkan sekitar 1.795.000 liter air bersih. Fasilitas ini, yang dikembangkan oleh Avnos dengan pendanaan dari Kantor Penelitian Angkatan Laut AS, terletak di Bridgewater dan akan mendukung pengujian untuk menggunakan CO2 yang ditangkap untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan. Ini juga menghasilkan data operasional untuk penyebaran komersial yang lebih besar.Proyek Brighton, sebagai proyek Avnos yang paling besar hingga saat ini, terletak di samping Pusat Pengembangan Teknologi perusahaan di Milltown Road. Lokasi ini mengombinasikan penelitian, pengujian, dan pengembangan produk dalam satu kampus, memungkinkan Avnos untuk memvalidasi teknologi Hybrid Direct Air Capture, atau HDAC, di bawah kondisi operasi nyata sambil mempersiapkan skala sistem yang lebih besar. Melalui proses ini, CO2 dari atmosfer dapat ditangkap tanpa memerlukan pemanasan atau input air eksternal yang signifikan. Kombinasi ini dirancang untuk menjadikan teknologi ini cocok untuk berbagai aplikasi, mulai dari pusat data hingga penyimpanan karbon geologis serta produksi bahan bakar rendah karbon.Fasilitas ini tidak hanya menunjukkan kemajuan dalam teknologi penangkapan karbon tetapi juga mengubah cara kita memandang sumber daya air. Dengan menghasilkan air bersih bersamaan dengan penangkapan CO2, proyek ini mengatasi dua tantangan besar sekaligus: perubahan iklim dan kekurangan air. Proyek seperti ini memfasilitasi inovasi yang dapat mengubah pandangan kita tentang manajemen sumber daya, dan membawa kita lebih dekat ke solusi berkelanjutan untuk isu lingkungan.
Teknologi Hybrid Direct Air Capture (HDAC) adalah metode untuk menangkap karbon dioksida langsung dari udara sekaligus memproduksi air bersih. Ini berbeda dari metode penangkapan karbon lainnya yang memerlukan banyak energi dan air. HDAC berpotensi mengubah sektor industri dengan menawarkan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi gas rumah kaca sambil memproduksi sumber daya air yang sangat dibutuhkan. Teknologi ini menunjukkan bahwa kita dapat menangani polusi udara dan kekurangan air pada saat bersamaan, yang biasa dianggap tidak mungkin oleh banyak orang.
Revolusi dalam penangkapan karbon ini memiliki implikasi bagi generasi muda di Indonesia, terutama dalam konteks karir dan teknologi. Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan, ada peluang baru bagi individu yang memiliki keterampilan dalam teknologi bersih, termasuk teknik penangkapan karbon. Profesi di bidang ini tidak hanya akan berkontribusi pada lingkungan tetapi juga menawarkan potensi untuk pekerjaan yang menarik dan bermanfaat secara finansial.Indonesia, sebagai negara yang rentan terhadap perubahan iklim, dapat mengambil pelajaran dari proyek seperti ini. Meningkatkan penyadaran dan pengajaran tentang teknologi berkelanjutan di institusi pendidikan akan menjadi langkah penting untuk menciptakan tenaga kerja yang siap untuk masa depan. Dengan pertumbuhan proyek ramah lingkungan yang semakin meningkat, generasi muda di Indonesia harus dipersiapkan untuk berkontribusi pada solusi lokal dan global.Secara keseluruhan, fasilitas seperti yang ada di New Jersey menunjukkan bahwa ada cara inovatif untuk menangani tantangan lingkungan global, dan memberikan gambaran akan masa depan di mana perekonomian berkelanjutan dan sumber daya air bersih dapat dicapai bersamaan.