TLDR
Nimbus Manticore telah mengembangkan alat baru malware yang dapat menginfeksi sistem Linux dan macOS. NodeRabbit dan PollCat adalah RAT lintas platform yang digunakan untuk menyerang target melalui pesan spear-phishing. Penggunaan tema rekrutmen dalam taktik penipuan mencerminkan metode yang sama yang digunakan oleh kelompok peretas lain seperti Lazarus Group. Pomodo.id - Nimbus Manticore, kelompok peretas yang didukung oleh negara Iran, baru-baru ini memperkenalkan malware terbaru yang dapat beroperasi di berbagai platform, sekaligus menunjukkan evolusi peralatan mereka yang terus berkembang. Malware ini, dikenal sebagai NodeRabbit dan PollCat, ditemukan beroperasi di sistem Linux dan macOS, dan digunakan untuk mengakses komputer secara jarak jauh dengan mengandalkan teknik pemrograman menggunakan Node.js dan JavaScript. Dalam operasi mereka, malware ini sering kali disebarkan melalui pesan spear-phishing yang menjanjikan peluang kerja, serta dilekatkan dalam arsip tantangan kode berbahaya.Kaspersky, perusahaan keamanan siber dari Rusia, melaporkan bahwa NodeRabbit dilihat pertama kali di sistem di Afghanistan, lalu muncul di mesin lain di Mesir dan Ethiopia. Cara penyebarannya menggunakan email dengan konten yang tampak resmi, seperti tawaran pekerjaan di LinkedIn. "Pengoperasi mengirimkan NodeRabbit melalui pesan yang berisi konten tantangan pengkodean yang telah diubah," ujar Omar Amin, peneliti dari Kaspersky. Sementara itu, PollCat, malware lain yang juga dapat berjalan di beberapa sistem, ditulis dalam JavaScript yang telah diaca (obfuscated) dan didistribusikan melalui arsip tantangan kode yang sama.Keberadaan malware ini menandakan upaya Nimbus Manticore untuk memperluas sasaran mereka, yang selama ini lebih banyak menargetkan organisasi-organisasi di sektor pertahanan dan teknologi informasi di kawasan Timur Tengah serta beberapa negara di Eropa. Meskipun Nimbus Manticore sebelumnya menggunakan malware yang ditulis dalam bahasa C dan C++, perkembangan terbaru ini menunjukkan pergeseran mereka ke alat yang lebih fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai sistem operasi. Penemuan ini juga muncul di saat kelompok peretas tersebut memperluas arsenal malware mereka dan infrastruktur terkait yang digunakan dalam operasi mereka.
Nimbus Manticore adalah kelompok peretas yang dikoordinasi oleh Iran dan memiliki koneksi langsung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Mereka dikenal karena serangkaian serangan siber yang canggih dan terorganisir, yang menargetkan industri kritis di beberapa negara. Dalam konteks ini, mereka menggunakan serangan berbasis teknik sosial yang menyamar sebagai peluang kerja untuk menyebarkan malware. Hal ini menjadi perhatian penting bagi individu dan organisasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang mungkin menjadi sasaran penipuan serupa.
Dengan meningkatnya ancaman dari malware seperti NodeRabbit dan PollCat, siapapun yang mencari atau memberikan pekerjaan, terutama di sektor teknologi, harus lebih berhati-hati terhadap tawaran yang terlihat mencurigakan. Individu muda di Indonesia, apakah mereka mahasiswa atau pekerja baru, harus menyadari teknologi ini dan dampaknya terhadap peluang kerja serta keperluan akan keterampilan keamanan siber yang lebih baik. Keahlian dalam menjaga keamanan data dan sistem informasi menjadi semakin penting dalam berbagai bidang pekerjaan di masa depan.Dalam lingkungan yang akut seperti ini, dengan kemajuan teknologi yang cepat, penting bagi generasi muda Indonesia untuk terus memperbarui pengetahuan mereka mengenai ancaman siber terbaru. Mengetahui cara pengoperasian malware serta cara mengidentifikasi tawaran pekerjaan yang berpotensi berbahaya adalah keterampilan yang sangat dicari. Ini bukan hanya bermanfaat untuk menghindari penipuan, tapi juga meningkatkan daya saing di pasar kerja global yang semakin membutuhkan profesional yang terampil dalam keamanan siber dan teknologi informasi.