TLDR
Kampanye SMOKE#SCREEN menggunakan teknik rekayasa sosial untuk menyebarkan perangkat lunak berbahaya melalui pembaruan perangkat lunak yang tampak sah. Penggunaan alat RMM oleh aktor ancaman semakin meningkat, memungkinkan mereka untuk menghindari kontrol keamanan dengan menyamar sebagai alat TI yang sah. Organisasi disarankan untuk membatasi eksekusi file MSI yang tidak terpercaya dan memantau proses yang mencoba mengubah produk keamanan. Pomodo.id - Serangan siber yang memanfaatkan alat Remote Monitoring and Management (RMM) yang sah untuk akses remote tersembunyi semakin marak terjadi. Peneliti keamanan siber telah mengidentifikasi kampanye aktif bernama SMOKE#SCREEN yang menggunakan rekayasa sosial dengan tema pembaruan perangkat lunak Adobe dan Zoom, serta pemeliharaan sistem. Kampanye ini memanfaatkan program ConnectWise ScreenConnect, yang secara diam-diam dipasang di sistem korban. Serangan ini mengandalkan alat seperti droppers VBScript dan halaman phishing HTML, yang semua terhubung ke server staging yang terinfeksi.Dalam beberapa serangan, efek akhinya adalah penempatan agen ScreenConnect yang menghubungkan ke server relay yang dikuasai penyerang. Hal ini memberi penyerang akses jarak jauh yang berkelanjutan ke sistem yang terkompromi. Kegiatan ini belum diatribusikan kepada kelompok atau aktor ancaman tertentu, menjadikannya lebih sulit untuk dilawan karena dapat menyamarkan aktivitas jahat dalam lingkungan TI yang diizinkan. Ini menyoroti penyalahgunaan alat RMM yang sah oleh aktor jahat, yang dapat memanfaatkan keberadaan alat ini di perusahaan untuk menyusup sembari melewati kontrol keamanan.
ConnectWise ScreenConnect
ConnectWise ScreenConnect adalah perangkat lunak dukungan jarak jauh yang memungkinkan teknisi untuk mengakses dan mengontrol perangkat klien dari jarak jauh. Alat ini banyak digunakan dalam dukungan TI dan manajemen, menjadikannya sebagai saluran yang mungkin disalahgunakan oleh penyerang untuk memasuki sistem tanpa terdeteksi. Penyalahgunaan alat ini mengingatkan kita bahwa meski dirancang untuk membantu, bisa juga berfungsi sebagai vektor serangan siber.
Namun, ada batasan dalam pemanfaatan alat RMM ini untuk serangan siber. Misalnya, walaupun serangan ini berkembang, banyak perusahaan telah meningkatkan keamanan mereka untuk mendeteksi dan melawan serangan berulang. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada penemuan baru dalam teknik berbahaya, langkah-langkah keamanan yang lebih manusiawi dan sistematis dapat memberikan harapan dalam menghadapi tantangan ini.Kedepannya, adanya peningkatan serangan yang menggunakan teknik canggih seperti ini dapat memperburuk situasi keamanan siber global. Negara-negara seperti Indonesia yang juga mengalami pertumbuhan dalam penggunaan teknologi perlu waspada terhadap risiko yang datang bersamaan dengan kemajuan teknologi. Negara perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan pelatihan keamanan bagi entitas publik dan swasta agar tidak terjebak dalam jebakan yang dirancang oleh aktor jahat.Dengan semakin banyaknya individu dan organisasi yang terhubung secara online, penting untuk memahami dan memitigasi risiko yang terkait dengan penggunaan alat yang tampak sah. Tanpa tindakan proaktif, dampak dari serangan ini dapat berujung pada kerugian finansial yang signifikan dan kerentanan data yang kritis bagi banyak pengguna dan perusahaan.