TLDR
China diperkirakan akan mengurangi defisit pasokan chip canggih dalam dekade mendatang berkat peningkatan produksi domestik. SMIC diharapkan menjadi pendorong utama dalam produksi chip canggih dengan meningkatkan kapasitas dan hasil produksi. Meskipun investasi semikonduktor di China meningkat, ketergantungan pada teknologi litografi asing tetap menjadi tantangan besar. Pomodo.id - China berupaya mempercepat produksi chip canggih dalam dekade mendatang meskipun menghadapi tantangan besar dalam hal teknologi litografi. Menurut analisis dari Goldman Sachs, kekurangan pasokan chip canggih di China, yang diukur dari produksi wafer menggunakan proses canggih dengan ukuran 7 nanometer (nm) dan di bawahnya, diperkirakan akan menurun drastis dari 92% pada tahun 2025 menjadi 34% pada tahun 2035. Dengan rencana peningkatan kapasitas yang agresif, pasokan wafer canggih diperkirakan dapat mencapai 410.000 wafer per bulan pada tahun 2035, meskipun permintaan diperkirakan mencapai 619.000 wafer per bulan.Peningkatan pasokan ini sebagian besar akan didorong oleh ekspansi kapasitas yang dilakukan oleh Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), pabrikan chip terbesar di China. SMIC direncanakan akan menambah kapasitas bulanan antara 30.000 hingga 50.000 wafer canggih setiap tahunnya dari tahun 2026 hingga 2031, dan kemudian menambah 20.000 wafer per bulan setiap tahunnya hingga tahun 2035. Meskipun SMIC mengalami peningkatan produksi, hasil produksinya diperkirakan baru akan mencapai 50% pada tahun 2030 dan 75% pada tahun 2035.Namun, meskipun terdapat rencana ambisius untuk meningkatkan kapasitas, teknologi litografi masih menjadi masalah utama. Litografi adalah proses penting dalam pembuatan chip yang memungkinkan pembuatan sirkuit yang sangat kecil dan kompleks. Tanpa akses penuh pada teknologi litografi canggih seperti Extreme Ultraviolet (EUV), China akan kesulitan mencapai kemandirian penuh dalam hal semikonduktor.
Litografi adalah teknik yang digunakan dalam pembuatan chip untuk mencetak pola sirkuit pada wafer silikon. Proses ini sangat penting karena menentukan seberapa kecil dan kompleks chip dapat dibuat. Teknologi litografi canggih sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan performa chip, yang berimplikasi pada kemampuan sebuah negara untuk bersaing di pasar global. Dengan adanya siklus permintaan yang tinggi untuk chip, memahami teknologinya menjadi krusial bagi industri teknologi di Indonesia.
Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan chip canggih, peluang karir di sektor teknologi informasi dan elektronik mungkin akan semakin meluas. Para lulusan jurusan teknik, komputer, dan bidang terkait berpeluang untuk mengisi posisi dalam industri yang semakin besar ini. Selain itu, pengetahuan tentang chip dan teknologi semikonduktor kini menjadi semakin relevan, yang mungkin mendorong lebih banyak lembaga pendidikan di Indonesia untuk menawarkan program terkait.Sementara China berupaya mempercepat produksi chip canggih, Indonesia juga harus melihat peluang untuk meningkatkan sektor teknologi dan semikonduktor. Jika Indonesia dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kapasitas produksi blast chip lokal, hal ini dapat berdampak positif bagi ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda.Namun, penting untuk dicatat bahwa tantangan dalam teknologi litografi terus menjadi hambatan utama yang menghalangi China mencapai kemandirian penuh. Dengan pengembangan yang tepat dalam edukasi dan teknologi, Indonesia juga bisa mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam industri semikonduktor global di masa depan.