TLDR
Kemitraan antara Star Catcher dan Aethero bertujuan untuk meningkatkan komputasi tinggi di orbit dengan memanfaatkan jaringan energi orbital. Penggunaan pemancaran daya optik nirkabel memungkinkan satelit untuk mengakses daya tambahan sesuai permintaan, mengurangi beban sistem daya onboard. Dengan mengurangi batasan daya, perusahaan dapat fokus pada pengembangan teknologi komputasi yang lebih canggih untuk mendukung infrastruktur luar angkasa. Pomodo.id - Star Catcher dan Aethero telah mengumumkan kolaborasi untuk menyediakan daya on-demand bagi penggunaan komputasi ruang angkasa, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pengolahan data di orbit. Kerja sama ini memungkinkan Aethero untuk menarik daya listrik sesuai kebutuhan dari jaringan energi orbital yang direncanakan oleh Star Catcher. Melalui perjanjian ini, pesawat luar angkasa dapat mengakses tambahan daya ketika beban komputasi meningkat, tanpa harus membawa sistem penyimpanan dan pembangkit listrik yang besar di dalamnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan waktu operasional dan mengurangi kebutuhan sistem listrik besar yang biasanya dimiliki satelit.Menurut data, kebutuhan akan onboard computing semakin meningkat seiring dengan volume data yang dihasilkan oleh satelit. Memproses data ini di orbit dapat mengurangi jumlah data mentah yang perlu dikirimkan ke Bumi, yang sering kali menjadi bottleneck dalam komunikasi dari ruang angkasa ke darat. Aethero sedang mempersiapkan untuk meluncurkan modul komputasi generasi berikutnya, NxA-ECM, yang dirancang untuk memberikan kemampuan pengolahan data sekelas superkomputer di orbit rendah Bumi. Peluncuran ini dijadwalkan terjadi dalam misi Titan pada Oktober.
Daya On-Demand dalam Komputasi Ruang Angkasa
Daya on-demand adalah konsep yang memungkinkan sistem mendapatkan daya listrik hanya saat diperlukan, bukan terus menerus. Dengan menggunakan hidroponik seperti Star Catcher's orbital energy grid, spacecraft tidak perlu membebani diri dengan pembangkit listrik besar, sehingga lebih ringan dan efisien. Konsep ini penting karena mendukung pengembangan sistem komputasi yang lebih kompleks dan efisien di ruang angkasa, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan komputasi melalui teknologi yang berbasis data.Namun, meski inovasi ini menjanjikan, ada tantangan yang harus dihadapi, seperti biaya penyebaran teknologi dan potensi dampak lingkungan dari peluncuran banyak satelit ke orbit. Selain itu, infrastruktur untuk mendukung komputasi canggih di ruang angkasa ini masih dalam tahap pengembangan. Diperlukan keahlian dan investasi untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan di masa depan.Dalam konteks Indonesia, perkembangan teknologi komputasi ruang angkasa seperti ini dapat membuka peluang karier bagi generasi muda. Keterampilan dalam bidang teknik ruang angkasa, pengembangan perangkat lunak, serta kecerdasan buatan akan semakin dicari di pasaran kerja. Dalam jangka panjang, perkembangan ini bisa menggugah minat investasi di sektor tinggi teknologi, termasuk dalam pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), yang penting bagi masa depan karir di industri yang berkembang pesat. Jika Indonesia ingin terlibat aktif dalam era luar angkasa ini, adaptasi terhadap teknologi baru akan menjadi kunci untuk berpartisipasi di panggung global.