TLDR
Taiwan berhasil meningkatkan tingkat penyaringan hepatitis C dari 54% menjadi 90%. Program perawatan hepatitis C di Taiwan juga meningkatkan tingkat penyelesaian perawatan dari 39% menjadi 84%. Penghapusan hepatitis C di Amerika Serikat lebih merupakan masalah politik dan organisasi daripada masalah ilmiah. Pomodo.id - Hepatitis C adalah virus yang menewaskan sekitar 290.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya, termasuk 15.000 orang di Amerika Serikat. Meski sudah ada pengobatan berupa pil oral selama 12 minggu yang memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95%, banyak negara masih menghadapi kesulitan dalam mengeliminasi penyakit ini. Namun, Taiwan dan Mesir menunjukkan jalan baru yang efektif untuk menghapus hepatitis C, melampaui capaian yang telah diraih oleh banyak negara lain, termasuk Amerika Serikat.Mesir sudah berhasil menghapus hepatitis C dalam sebuah kampanye nasional yang berskala besar. Dalam studi terbaru yang diterbitkan di *Nature Communications*, Taiwan melaporkan peningkatan yang signifikan dalam program penapisan hepatitis C. Di kawasan tengah Taiwan, tingkat penapisan meningkat dari 54% menjadi 90%, dan tingkat lengkapnya pengobatan melonjak dari 39% menjadi 84%. Kemajuan ini menunjukkan Taiwan sedang dalam jalur untuk mencapai target eliminasi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2030. Jika Mesir dan Taiwan bisa mencapai hal ini, mengapa Amerika Serikat tidak?Buku *Ending Hepatitis C: A Seven-Step Plan for a Successful Eradication Program* menyebutkan bahwa masalah ini bukan terkendala oleh aspek ilmiah, melainkan berupa masalah politik dan organisasi. Meski Amerika Serikat memiliki obat-obatan, alat diagnosa, serta rencana anggaran mencapai $11,3 miliar (setara dengan sekitar 175 triliun Rupiah), mereka masih kekurangan kemauan politik dan sistem kesehatan yang terintegrasi. Akses yang terjangkau menjadi tantangan lain dalam upaya untuk melakukan eliminasi yang nyata terhadap hepatitis C di Amerika.
Hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebabkan kerusakan hati yang serius dan bahkan kematian. Andhra Mei, program pengobatan baru dengan tablet oral dapat menyembuhkan pasien dalam waktu 12 minggu. Pemahaman yang keliru adalah bahwa hepatitis C adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, dengan pengobatan yang tepat, banyak pasien bisa sembuh total.
Kisah sukses Taiwan dan Mesir ini memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Bagi para pemuda Indonesia, keberhasilan dalam mengatasi hepatitis C di negara lain menunjukkan bahwa terdapat peluang bagi mereka untuk terlibat dalam sektor kesehatan. Dengan meningkatnya akses terhadap teknologi medis, serta kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan di bidang teknologi dan kesehatan, mereka dapat mengejar karier yang berfokus pada penelitian dan pengobatan penyakit menular.Keberhasilan menghapus hepatitis C tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi beban finansial sistem perawatan kesehatan. Sebagai gambaran, biaya pengobatan yang signifikan dapat dihindari jika penyakit ini dihapus dari masyarakat. Oleh karena itu, para generasi muda yang menuju ke karier di bidang kesehatan harus terus mengikuti perkembangan ini dan mengasah keterampilan mereka untuk bisa berkontribusi dalam upaya pengurangan penyakit.Pandangan ini penting karena mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Melihat bagaimana Taiwan dan Mesir berhasil, Indonesia dapat belajar untuk memperbaiki program kesehatan masyarakatnya, terutama dalam pengobatan penyakit menular. Jika tindakan yang sama diterapkan di Indonesia, dapat menolong banyak orang dan memperkuat kesehatan bangsa secara keseluruhan.