TLDR
TRISO-X dan Oak Ridge National Laboratory memperpanjang kesepakatan penelitian dan pengembangan selama 30 bulan untuk memproduksi bahan bakar nuklir TRISO. Fokus utama kolaborasi adalah memindahkan produksi bahan bakar partikel dari laboratorium ke jalur perakitan komersial otomatis. X-energy membeli lahan tambahan untuk mendukung perluasan fasilitas dan kapasitas produksi bahan bakar nuklir di Oak Ridge. Pomodo.id - Kemitraan antara TRISO-X dan Oak Ridge National Laboratory (ORNL) telah diperpanjang selama 30 bulan, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produksi bahan bakar nuklir TRISO (Tri-Structural Isotropic). Kolaborasi ini sudah berlangsung sejak 2016, berfokus pada pengembangan metode rekayasa kimia yang lebih baik untuk memproduksi bahan bakar nuklir dengan efisiensi yang lebih tinggi. Menurut Joel Duling, Presiden TRISO-X, lanjutan kemitraan ini penting untuk memperkuat rantai pasokan bahan bakar nuklir di AS dan mendukung penerapan reaktor generasi berikutnya.Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memindahkan produksi bahan bakar partikel dari laboratorium ke jalur perakitan komersial otomatis. Bahan bakar TRISO menggunakan inti uranium oksikarbida berukuran sub-milimeter, yang diperkaya hingga tingkat uranium rendah yang sangat tinggi (HALEU), yaitu mengandung antara 5 persen hingga 20 persen uranium-235. Dengan perpanjangan kerjasama ini, TRISO-X akan terus memanfaatkan pabrik perakitan pilot yang terletak di ORNL. Para insinyur akan berusaha untuk membuat pelapisan bahan bakar lebih seragam di setiap batch, meningkatkan hasil bahan bakar per siklus produksi, dan memperbaiki teknik pemeriksaan yang tidak merusak.
Apa itu Bahan Bakar TRISO?
Bahan bakar TRISO adalah jenis bahan bakar nuklir yang dirancang untuk memiliki ketahanan yang lebih tinggi dan efisiensi yang lebih baik dalam reaktor. Berbeda dengan jenis bahan bakar lainnya, struktur TRISO mencegah pelepasan unsur radioaktif, membuatnya lebih aman dalam konteks penggunaan di reaktor nuklir modern. Bahan bakar ini mendapat perhatian luas karena karakteristiknya yang cocok untuk reaktor kecil dan modular yang mulai diterapkan di banyak negara.
Sementara kemitraan ini menunjukkan potensi besar dalam produksi bahan bakar nuklir, ada beberapa tantangan. Pengembangan bentuk alternatif bahan bakar, seperti kompak silindris dan pelet grafit berbentuk bulat, tetap harus mendapatkan evaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan berbagai inti reaktor. Meskipun ada banyak kemajuan, tantangan dalam menyempurnakan teknik produksi tetap ada, yang bisa mempengaruhi jalur produksi di masa mendatang.Implikasi dari perkembangan ini menunjukkan bahwa dengan pengembangan dan produksi yang lebih efisien, Amerika Serikat dapat meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Keberhasilan ini juga bisa menjadi acuan bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengeksplorasi dan menerapkan teknologi bahan bakar nuklir yang canggih untuk kebutuhan energi masa depan. Dengan berfokus pada pengembangan bahan bakar yang lebih aman dan efisien, kemajuan ini tidak hanya relevan bagi keamanan energi nasional tetapi juga bagi keberlanjutan dan inovasi teknologi di sektor energi.