TLDR
Proyek ini berfokus pada pembangunan antena radar besar di luar angkasa menggunakan robot dan metamaterial. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelacakan objek yang lebih kecil dan lebih jauh di luar orbit rendah Bumi. Jika berhasil, proyek ini dapat merevolusi cara infrastruktur besar dibangun di orbit tanpa perlu diluncurkan sebagai satu mesin besar. Pomodo.id - Penelitian terbaru mengusulkan penggunaan robot dan metamaterial untuk membangun radar raksasa di luar angkasa guna meningkatkan kemampuan deteksi objek yang mengorbit Bumi. Inisiatif ini didasarkan pada proyek yang mendapatkan dukungan dari NASA dan dipimpin oleh profesor teknik elektro dan komputer David Smith dari Duke University. Proyek ini disebut Robotically Assembled Electromagnetic Metamaterials for Long-Range Space Situational Awareness dan terpilih untuk studi tahapan pertama dari NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC) tahun 2026.Peningkatan kepadatan lalu lintas objek di luar angkasa telah membuat pengawasan menjadi tantangan yang semakin kompleks. Saat ini, jaringan pengawasan luar angkasa menggunakan radar kuat yang dipasang di darat untuk melacak objek di orbit, seperti sistem Space Fence yang sudah ditingkatkan untuk melacak objek sekecil 10 cm. Namun, menjadi lebih sulit untuk mendeteksi objek yang lebih kecil atau memantau pesawat luar angkasa yang berada pada jarak jauh. Hal ini disebabkan oleh hukum fisika dasar yang menyatakan bahwa radar perlu memiliki aperture yang lebih besar untuk mendeteksi objek yang berada pada jarak yang lebih jauh, yang membuat ukuran radar darat menjadi tidak praktis untuk objek di luar orbit rendah Bumi.Membangun radar di luar angkasa berpotensi mengurangi masalah ini karena radar yang lebih dekat dengan objek dapat meningkatkan kemampuan deteksi. Namun, radar konvensional di luar angkasa menghadapi kendala di sisi desain dan fungsionalitas. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian ini mengusulkan penggunaan metamaterial yang dapat dirakit oleh robot, memungkinkan pembangunan antena radar yang multifungsi dan lebih besar di ruang angkasa.
Metamaterial adalah jenis material yang direkayasa untuk memiliki sifat elektromagnetik unik, sehingga tidak ada dalam material yang ditemukan di alam. Metamaterial dapat digunakan dalam berbagai aplikasi teknologi, termasuk radar. Menggunakan metamaterial dalam radar luar angkasa dapat meningkatkan fungsionalitas dan efektivitas deteksi, tetapi penting untuk dicatat bahwa ini masih dalam tahap penelitian konsep. Pengembangan dan penerapan metamaterial di luar angkasa memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kelayakannya di lingkungan yang keras seperti ruang angkasa.
Konsep ini menginginkan evolusi dalam cara kita memahami dan mengelola ruang angkasa. Saat ini, banyak negara, termasuk Indonesia, mulai menyadari pentingnya pemantauan ruang angkasa untuk menjaga keamanan nasional. Meskipun proyek ini berasal dari Amerika Serikat, perkembangan teknologi radar di luar angkasa dapat memiliki dampak global yang lebih luas, termasuk untuk negara-negara yang memiliki program luar angkasa, melihat cara baru untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pemantauan dan pengawasan di akan luar angkasa.Pengembangan radar di luar angkasa ini menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi objek dan ancaman di luar orbit rendah Bumi. Hal ini meramalkan bahwa seiring dengan pertambahan radar baru yang berpotensi berfungsi di luar angkasa, negara-negara akan bisa memiliki sistem yang lebih baik untuk memantau aktivitas luar angkasa global, mengurangi risiko kecelakaan, dan memastikan bahwa pergerakan objek di luar angkasa dapat dilacak dengan lebih baik. Keberhasilan dalam projekt ini dapat membuka jalan untuk teknologi yang lebih inovatif di masa depan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga untuk negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, jika mereka memilih untuk terlibat dalam kolaborasi semacam ini.