TLDR
Discovered Materials menggunakan agen AI untuk menemukan bahan baru yang lebih efisien untuk chip. Proses pengujian dan sintesis material masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan bahan baru. Meskipun banyak kandidat menjanjikan ditemukan, belum ada yang berhasil diterapkan secara komersial. Pomodo.id - Startup AI Discovered Materials berhasil menemukan material baru yang dapat digunakan untuk chip yang lebih dingin dan hemat energi. Startup ini menggunakan teknologi AI untuk mengatasi kendala panas yang dihadapi oleh chip yang menjalankan beban kerja kecerdasan buatan (AI), yang menjadi salah satu penyebab utama tingginya konsumsi listrik di pusat data. Discovered Materials baru-baru ini menerima pendanaan sebesar $9 juta dari Lightspeed India Partners setelah keluar dari program Y Combinator, dengan dukungan juga dari Peak XV Partners serta beberapa investor lainnya.Pendiri Discovered Materials, Advaith Sridhar dan Akash Ramdas, memadukan pengalaman Ramdas yang meraih gelar doktor dalam bidang ilmu material dari Stanford dengan karya Sridhar di bidang agen AI. Mereka telah menciptakan sebuah jalur perangkat lunak yang menggunakan model-model dari Anthropic untuk menghasilkan petunjuk material baru. Setelah itu, mereka menggunakan model fisika dasar yang telah dilatih untuk melakukan simulasi dan memverifikasi apakah bahan kandidat tersebut memang berpotensi untuk dipertimbangkan. Sridhar menyebutkan bahwa Ramdas sebelumnya hanya bisa membuat sekitar 20 tebakan sehari selama studi doktoralnya, namun dengan dukungan teknologi AI, mereka mampu melakukan ribuan tebakan dalam sehari dengan menjalankan agen-agen ini secara terus menerus di cloud.Seiring peluncuran produk terbaru mereka, Discovered Materials memperkenalkan ratusan contoh material baru serta perangkat "Material Discovery Bench" yang dirancang untuk melacak kinerja model-model baru dalam menemukan material. Inovasi ini menunjukkan bagaimana AI dapat mengubah proses penemuan material yang sebelumnya memakan waktu lama menjadi lebih efisien dan cepat. Penemuan ini berpotensi menjadi solusi untuk masalah daya dan pendinginan yang menjadi tantangan besar di industri teknologi saat ini.
AI yang digunakan dalam penemuan material baru sangat penting karena dapat mempercepat proses penelitian dan pengembangan. Banyak orang mengira AI hanya terbatas pada pemrosesan data atau pengenalan pola, tetapi dalam konteks ini, AI mampu melakukan simulasi yang kompleks dan membantu dalam menciptakan material dengan sifat yang tepat untuk aplikasi tertentu. Ini membuka kemungkinan baru dalam pengembangan chip yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Meskipun kemajuan ini menjanjikan, ada tantangan yang tetap dihadapi oleh Discovered Materials dan industri secara umum. Pengembangan material baru membutuhkan waktu, dan meskipun AI dapat mempercepat proses penemuan, setiap langkah tetap harus diverifikasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa material tersebut dapat digunakan secara praktis. Selain itu, transisi dari penelitian dasar menuju aplikasi praktis dalam chip dan industri elektronik memerlukan investasi yang signifikan.Dengan adanya penemuan ini, masa depan chip dan teknologi AI terlihat cerah, dengan kemungkinan meningkatnya efisiensi dan pengurangan biaya operasional di pusat data. Jika material baru ini dapat diimplementasikan secara luas, industri dapat melihat penurunan signifikan dalam biaya energi, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada model bisnis yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini juga berpotensi untuk menarik perhatian perusahaan di seluruh dunia yang berusaha mencari solusi ramah lingkungan dalam produksi chip, termasuk di Indonesia, di mana kebutuhan energi dan keberlanjutan semakin menjadi perhatian.