TLDR
Na Hiro E Pae menjadi kapal multipurpose pertama di dunia yang mengadopsi sistem propulsi angin. Teknologi eSail dapat mengurangi konsumsi energi kapal hingga 10 persen dan menghasilkan penghematan bahan bakar yang signifikan. Kapal ini juga mengintegrasikan berbagai teknologi ramah lingkungan lainnya, termasuk mesin yang dapat menggunakan biofuel. Pomodo.id - Kapal multipurpose Na Hiro E Pae kini menjadi pelopor penggunaan teknologi layar hisap ramah lingkungan di dunia. Perusahaan propulsion angin yang berbasis di Spanyol, bound4blue, telah sukses memasang layar hisap setinggi 22 meter pada kapal kargo yang panjangnya 89 meter tersebut. Dengan fitur ini, Na Hiro E Pae menjadi kapal multipurpose pertama yang menerapkan sistem propulsion angin, berpotensi dalam mengurangi konsumsi energi hingga 10 persen serta memberikan dorongan tujuh kali lebih besar dibandingkan layar kaku konvensional dengan ukuran yang sama.Na Hiro E Pae mampu menampung hingga 200 penumpang dan membawa 1.500 ton pasokan antara Tahiti dan Kepulauan Austral. Konfigurasi ini diharapkan dapat memberikan keuntungan operasional yang berkelanjutan dan menarik bagi perusahaan pelayaran lainnya, seperti yang diungkapkan oleh José Miguel Bermúdez dari bound4blue. Teknologi layar yang terpasang, dikenal dengan nama eSail, diharapkan dapat mempermudah operasi pemuatan dan pembongkaran dengan efisiensi tinggi.Namun, terdapat tantangan dalam adopsi teknologi ini secara luas. Sementara Na Hiro E Pae menunjukkan efisiensi dan potensi penghematan bahan bakar yang signifikan, banyak kapal lain mungkin menghadapi biaya untuk retrofitting sistem serupa atau kekhawatiran terkait peraturan yang berlaku di negara mereka. Selain itu, meski teknologi ini menjanjikan penghematan bahan bakar, faktor lain seperti sumber bahan bakar dan infrastruktur pendukung juga perlu diperhitungkan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi ini.
Teknologi eSail adalah sistem layar hisap yang dapat menghasilkan dorongan signifikan menggunakan desain yang mekanis sederhana. Dikenal dapat menghasilkan hingga tujuh kali dorongan bahan bakar dari layar rigid tradisional, teknologi ini dapat berkontribusi pada pengurangan emisi dan konsumsi energi di sektor pelayaran. Kesalahpahaman umum adalah bahwa layar tradisional dapat memberikan efisiensi yang sama; namun, eSail menunjukkan bahwa inovasi dapat menggantikan sejumlah keterbatasan yang ada pada sistem konvensional.
Inisiatif Na Hiro E Pae mencerminkan pergeseran menuju teknologi hijau dalam industri pelayaran, yang dapat mempengaruhi cara perusahaan pelayaran beroperasi di masa depan. Dengan memperkenalkan operasi yang lebih berkelanjutan, diharapkan kapal-kapal di seluruh dunia akan mengikuti tren ini, bukan hanya dari segi efisiensi tetapi juga dalam mematuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat. Dalam konteks Indonesia, penerapan teknologi serupa di kapal-kapal lokal nantinya dapat mendorong industri pelayaran untuk lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang ada saat ini.