TLDR
Hyliion mendapatkan kontrak dari ONR untuk mengembangkan modul daya KARNO multi-megawatt. Modul KARNO dirancang untuk menghasilkan listrik bersih dengan emisi rendah dan fleksibilitas bahan bakar. Teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasi angkatan laut dan memperpanjang daya tahan misi. Pomodo.id - Hyliion Holdings, perusahaan yang berbasis di Austin, Texas, telah menerima kontrak senilai $41,7 juta dari Office of Naval Research (ONR) untuk mengembangkan dua modul daya KARNO multi-megawatt. Kontrak ini bertujuan untuk mendesain, mengembangkan, dan menguji dua unit KARNO dalam aplikasi darat dan maritim di NAVSEA, Philadelphia. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan apakah kedua modul tersebut memenuhi kebutuhan daya tinggi yang diperlukan untuk misi angkatan laut dan darat. Menurut Thomas Healy, pendiri dan CEO Hyliion, kontrak ini mempercepat pengembangan sistem KARNO multi-megawatt dan memperluas spektrum platform angkatan laut yang dapat didukung oleh teknologi ini.Modul daya KARNO menggunakan inti KARNO yang mengandalkan motor listrik linier dalam sistem empat poros untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini berlandaskan pada siklus termodinamik Stirling yang telah berusia dua abad, dikembangkan untuk menghasilkan listrik yang bersih sesuai dengan permintaan. Generator linier ini mengubah panas menjadi listrik menggunakan proses oksidasi suhu rendah tanpa nyala api. Dengan desain yang menjanjikan emisi ultra-rendah hingga nol, modul ini tidak memerlukan perlakuan emisi tambahan.Dalam sebuah demonstrasi, Hyliion berhasil menunjukkan bahwa dua modul daya KARNO 200 kW dapat beroperasi bersama sebagai sistem generasi terkoordinasi. Selama pengujian, sistem ini secara otomatis menyeimbangkan beban listrik yang berubah-ubah dan menjaga keluaran daya yang stabil. Di tengah demonstrasi ini, Sistem Manajemen KARNO berperan sebagai platform perangkat lunak yang mengoordinasikan beberapa Modul Daya yang terhubung dalam jaringan umum. Saat permintaan listrik bervariasi, sistem ini secara real-time menyesuaikan keluaran masing-masing modul untuk menjaga stabilitas pemasokan daya. Desain ini juga mengurangi risiko kegagalan tunggal dan meningkatkan ketahanan sistem, suatu aspek penting untuk instalasi besar yang memerlukan operasi tanpa gangguan.Namun, ada tantangan dalam pengembangan dan penerapan teknologi ini. Pengujian modul di lingkungan yang berbeda mungkin akan menghadapi berbagai kondisi eksternal yang dapat memengaruhi keandalan dan kinerja sistem. Selain itu, meskipun teknologi ini menjanjikan solusi daya yang bersih dan efisien, penerimaan yang luas dalam angkatan bersenjata dapat memerlukan waktu dan adaptasi terhadap cara kerja baru ini dalam konteks operasional saat ini.Kedepannya, pengembangan modul daya KARNO multi-megawatt ini dapat membuka peluang baru bagi solusi energi untuk aplikasi militer. Di berbagai belahan dunia, termasuk di AS, kebutuhan akan energi yang dapat diandalkan dan bersih menjadi semakin mendesak, terutama untuk mendukung berbagai operasi kritis. Penerapan modul ini di sektor pertahanan dapat meningkatkan keamanan nasional sekaligus memenuhi komitmen terhadap teknologi berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengembangkan infrastruktur energi bersih yang dapat mendukung kebutuhan penerapan teknologi tinggi di berbagai sektor.
Modul Daya KARNO adalah sistem generator listrik modular yang dirancang oleh Hyliion untuk menyediakan daya bersih dengan minimal emisi. Sistem ini dibangun berdasarkan siklus Stirling, memanfaatkan proses oksidasi suhu rendah tanpa nyala api untuk mengubah panas menjadi listrik. Maka dari itu, teknologi ini menjadi salah satu solusi untuk memfasilitasi kebutuhan energi bersih di berbagai sektor, termasuk militer, sembari memenuhi tuntutan keberlanjutan lingkungan yang semakin mendesak.