Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Serangan Siber Baru Dari Kelompok Rusia Yang Gunakan Plugin Palsu Notepad++

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
24 Jul 2026
450 dibaca
3 menit
Waspada Serangan Siber Baru Dari Kelompok Rusia Yang Gunakan Plugin Palsu Notepad++

TLDR

Perbarui perangkat lunak WinRAR, 7-Zip, dan Notepad++ untuk mencegah eksploitasi kerentanan.
Aktivitas UAC-0099 menunjukkan kecenderungan untuk meluncurkan serangan melalui phishing dan eksploitasi kerentanan perangkat lunak.
Kampanye Laundry Bear menunjukkan metode baru yang mengandalkan eksploitasi berbasis tampilan untuk mengakses data sensitif.
Pomodo.id - Kelompok yang didukung oleh negara Rusia, yang dikenal sebagai UAC-0099, telah meluncurkan kampanye baru dengan memanfaatkan sebuah program yang berpura-pura sebagai plugin Notepad++. Serangan ini ditangani oleh tim Computer Emergency Response Team of Ukraine (CERT-UA), yang mengidentifikasi bahwa kelompok ini telah aktif melakukan kejahatan siber sejak pertengahan 2022. Dalam aksi terbaru mereka, penyerang menggunakan email phishing yang mengandung tautan pendek yang merujuk ke layanan penyimpanan file untuk mengunduh arsip ZIP berisi skrip Visual Basic.Setelah terunduh, skrip tersebut akan menampilkan dokumen PDF sambil secara diam-diam mengunduh arsip kedua yang bernama "Evernote.zip". Arsip tersebut berisi berbagai komponen, termasuk program berbahaya yang dirancang untuk mengekstrak dan meluncurkan Notepad++, yang kemudian memuat file DLL bernama "NppExport.dll". Ini adalah langkah awal yang memungkinkan penyerang untuk mengekstrak konten dari arsip dan menginstal malware lebih lanjut. Sebelumnya, kelompok ini juga diketahui telah mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak WinRAR untuk mendistribusikan varian malware bernama LONEPAGE.Dalam konteks yang lebih luas, tindakan UAC-0099 tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari tren yang lebih besar di mana penyerang Rusia menggunakan teknik seperti CAPTCHA palsu untuk mengelabui pengguna agar menjalankan perintah PowerShell di terminal mereka. Penggunaan perangkat lunak seperti GHETTOVIBE menunjukkan bagaimana kompleksitas teknik penyerangan ini dapat membingungkan pengguna dan membuat mereka menginfeksi mesin mereka sendiri. Setidaknya sepuluh situs web telah dikompromikan dalam kampanye terbaru ini, dengan permintaan yang dilakukan sejak Juni hingga Juli 2026.Keberhasilan serangan semacam ini dipicu oleh kemajuan teknologi dalam pengembangan malware. Ternyata, kelompok penyerang telah berhasil menggunakan shortcut berformat .url untuk memanggil file biner yang terpercaya dalam sistem Windows, mengeksploitasi kerentanan yang teridentifikasi sebagai CVE-2025-33053. Ini adalah indikasi bahwa para penyerang telah mengadaptasi metodologi mereka dengan memanfaatkan celah-celah yang ada untuk meningkatkan peluang mereka dalam mengeksekusi serangan tanpa deteksi.Dari perkembangan ini, dapat disimpulkan bahwa serangan siber yang semakin canggih akan terus berkembang, mengharuskan organisasi dan individu untuk lebih waspada terhadap taktik yang digunakan. Dengan meningkatnya jumlah serangan yang didokumentasikan, penting untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengguna untuk melindungi diri dari potensi serangan yang bisa berdampak pada sistem informasi mereka.Kedepannya, observasi dan penanggulangan yang lebih komprehensif dalam dunia maya sangat diperlukan mengingat elemen-elemen yang terus berkembang dalam lanskap ancaman siber. Kejadian-kejadian yang terjadi saat ini akan menentukan bagaimana kita dapat melindungi data dan sistem kita di masa depan.
Pembangunan perangkat lunak berbahaya
Pembangunan perangkat lunak berbahaya merujuk pada cara-cara di mana penyerang mengembangkan dan menyebarkan program yang dirancang untuk mencuri data atau merusak sistem. Seringkali, ini melibatkan pemrograman kompleks yang memanfaatkan kelemahan dalam perangkat lunak yang ada, seperti yang terlihat pada teknik manipulasi shortcut dan penggunaan skrip berbahaya. Kesalahpahaman umum adalah bahwa perangkat lunak ini hanya beroperasi di lingkungan yang tidak aman, padahal sering kali berkembang dalam bentuk yang tampak sah.
Artikel ini disintesis dari 4 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.