TLDR
Holtec International telah mendapatkan persetujuan rencana pembersihan akhir untuk Oyster Creek, yang merupakan pembangkit nuklir tertua di AS. Setelah proses dekomisioning, situs ini akan dikembangkan dengan empat reaktor SMR-300 yang dapat menciptakan ribuan pekerjaan. Persetujuan NRC merupakan langkah penting dalam proses dekomisioning dan restorasi situs untuk memungkinkan penggunaan teknologi nuklir canggih di masa depan. Pomodo.id - Oyster Creek, pembangkit listrik tenaga nuklir tertua di Amerika Serikat, kini memasuki fase baru setelah disetujui rencana bersih-bersih terakhirnya. Perusahaan Holtec International, yang bertanggung jawab dalam proses dekomisioning, mengumumkan bahwa Komisi Pengaturan Nuklir AS telah menyetujui Rencana Pemberhentian Lisensi (LTP) pada 30 Juli 2026. Keputusan ini dianggap sebagai langkah kunci dalam transformasi lokasi tersebut menjadi pusat energi baru yang akan menampung empat reaktor modul kecil SMR-300, yang direncanakan memiliki kapasitas total pembangkitan sekitar 1.360 megawatt listrik (MWe).Lebih dari setengah proses pembongkaran pembangkit listrik tersebut sudah selesai, dan dengan disetujuinya LTP, Holtec dapat melanjutkan ke fase akhir dekomisioning dan pemulihan lokasi. Jeff Dostal, Wakil Presiden Oyster Creek, menyatakan bahwa persetujuan ini menjadi validasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan. Dia menegaskan bahwa perusahaan akan terus menjalankan sisa pekerjaan dengan disiplin, profesionalisme, dan fokus pada keselamatan.Holtec merencanakan untuk menempatkan empat reaktor SMR-300 di lokasi tersebut setelah dekomisioning selesai. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan sekitar 4.000 pekerjaan konstruksi dan lebih dari 400 posisi permanen. Selain itu, proyek ini berpotensi meningkatkan pendapatan pajak dan dukungan lapangan kerja tambahan melalui rantai pasokan yang terkait.
SMR-300 adalah tipe reaktor modular kecil yang dirancang untuk menghasilkan listrik secara efisien dan aman. Reaktor ini memanfaatkan teknologi canggih untuk memberikan pembangkitan tenaga yang signifikan dengan kapasitas yang lebih kecil dibandingkan reaktor konvensional. Banyak orang beranggapan bahwa reaktor nuklir berukuran besar lebih aman, tetapi dengan desain SMR-300, keselamatan dan efisiensi menjadi prioritas utama. Reaktor ini juga direncanakan untuk digunakan dalam berbagai lokasi, termasuk yang berada di daerah terpencil.
Meskipun demikian, transisi dari pembangkit listrik nuklir yang telah beroperasi selama 49 tahun ini bukan tanpa tantangan. Proses dekomisioning tidak hanya bertujuan untuk membongkar infrastruktur yang ada, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua langkah dilakukan dengan mematuhi standar keselamatan yang ketat. Kontradiksi muncul dengan risko dari proses yang berkepanjangan dan kompleks, yang mungkin menyebabkan penundaan dalam pembangunan reaktor baru.Ke depan, transformasi Oyster Creek menjadi pusat energi nuklir modern diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi tersebut. Jika sukses, proyek ini dapat menjadi model untuk pengembangan energi nuklir lainnya di Amerika Serikat dan mungkin juga menginspirasi praktik serupa di negara lain, termasuk Indonesia, yang mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan.