TLDR
Pertumbuhan Horizon3 yang pesat menunjukkan permintaan yang meningkat untuk solusi keamanan siber berbasis AI. Penggunaan data operasional yang dikumpulkan dari uji penetrasi membantu pengembangan algoritme keamanan yang lebih baik. Horizon3 percaya bahwa masa depan perang siber melibatkan AI yang melawan AI, dengan manusia beroperasi hanya dalam kasus tertentu. Pomodo.id - Horizon3, perusahaan cybersecurity asal San Francisco, mencatat kemajuan signifikan dengan pengembangan sistem AI otonom yang dapat menyerang dalam waktu sangat singkat. Pada presentasi di acara Black Hat, CEO Snehal Antani mengungkapkan bahwa AI mereka mampu membobol sistem bank dalam 77 detik. Ini menunjukkan perubahan besar dalam teknik serangan siber, di mana kecepatan serangan melebihi kemampuan respon organisasi. Pendanaan terbaru Horizon3 sebesar $250 juta dalam putaran Serie E membawa nilai perusahaan ini menjadi lebih dari $2 miliar, meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam waktu 14 bulan.Dalam periode yang sama, Horizon3 telah melihat pertumbuhan pendapatan berulang tahunan sebesar 120% dengan lebih dari 6.500 klien, termasuk agen pemerintah seperti National Security Agency (NSA) dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA). Pendanaan ini didukung oleh investor yang kembali seperti NightDragon dan NEA, yang mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap kebutuhan akan solusi keamanan yang sesuai dengan tantangan serangan AI yang semakin meningkat saat ini. Platform NodeZero dari Horizon3 juga memiliki kemampuan untuk melakukan pengujian sistem langsung tanpa menghentikan operasi yang berjalan, menunjukkan keunggulan dalam meminimalkan gangguan.Namun, ada tantangan yang perlu dihadapi karena meskipun Horizon3 memiliki solusi yang inovatif, peningkatan serangan AI menciptakan tekanan bagi tim keamanan untuk beradaptasi lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk memperbaiki kerentanan. AI juga memungkinkan penyerang mengembangkan eksploitasi baru dengan cepat, memperlebar celah antara kemampuan respon dan permintaan perlindungan yang mendesak. Selain itu, meski Horizon3 menginvestasikan sekitar $100 juta dalam penelitian dan pengembangan sistem otomatis, terdapat ketidakpastian mengenai seberapa efektif sistem ini dapat dipertahankan dari teknik serangan yang juga semakin canggih.Ke depan, implikasi dari perkembangan ini sangat signifikan, khususnya dalam konteks keamanan siber global. Industri perlu bersiap menghadapi era baru di mana AI berperan sebagai pelawan di ranah pertempuran dunia maya. Ini mungkin berarti bahwa perusahaan di Indonesia dan di seluruh dunia harus menyesuaikan pendekatan mereka terhadap keamanan siber, dengan memanfaatkan AI untuk mendeteksi dan merespon serangan secara proaktif sebelum kerusakan besar terjadi.
NodeZero adalah platform yang dikembangkan oleh Horizon3 untuk menguji keamanan jaringan secara otomatis. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk melakukan pengujian terhadap sistem yang sedang berjalan tanpa mematikan operasi, sesuatu yang menjadi tantangan bagi banyak alat berbasis AI lainnya. Dengan kemampuannya untuk memindai seluruh infrastruktur secara berkesinambungan, NodeZero menyajikan solusi yang komprehensif untuk situasi yang memerlukan deteksi masalah secara cepat. Banyak sistem keamanan tradisional hanya melakukan pemeriksaan tahunan, sedangkan NodeZero menawarkan penyelesaian yang lebih tepat waktu dan responsif.
Peningkatan penggunaan AI dalam bidang cybersecurity semakin mendesak, dan dengan demikian penting bagi organisasi di Indonesia untuk mempertimbangkan adopsi solusi inovatif seperti yang ditawarkan oleh Horizon3. Kesadaran tentang potensi risiko dan kecepatan perkembangan serangan siber yang terkait dengan AI mengharuskan hadirnya solusi yang lebih adaptif, yang dapat menjawab tantangan baru ini secara efektif.