TLDR
Strategi pertahanan planet yang diusulkan melibatkan pembuatan kawah sebelum meledakkan hulu ledak nuklir di dalamnya. Ledakan nuklir yang dilakukan di bawah permukaan asteroid lebih efektif dalam mengubah jalur asteroid dibandingkan dengan tabrakan langsung. Kendala utama dalam penerapan metode ini termasuk kebutuhan untuk roket angkutan berat dan potensi risiko dari asteroid yang terdiri dari puing-puing. Pomodo.id - Strategi baru dalam pertahanan planet kini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Akademi Teknologi Peluncuran Roket China (CALT). Mereka mengusulkan metode revolusioner untuk menghancurkan asteroid berbahaya yang mengancam Bumi, dengan menggunakan daya ledak nuklir. Metode ini tidak hanya mengandalkan tabrakan langsung, melainkan juga melibatkan pembuatan kawah untuk menempatkan bom nuklir di dalamnya. Ini memungkinkan ledakan nuklir yang lebih efektif untuk menghancurkan atau mengalihkan asteroid berukuran sekitar 100 meter.Dalam studi terbaru yang dipimpin oleh peneliti Xiaowei Wang, sebuah strategi dua langkah diusulkan, yaitu "mode detonasi pra-penggalian". Langkah pertama melibatkan penggunaan penetrator logam berat yang menabrak asteroid untuk menggali kawah sedalam 30 meter. Setelah itu, pesawat kedua akan menurunkan bom nuklir 3 megaton ke dalam kawah yang baru dibentuk dan meledakkannya dari dalam. Ledakan ini diperkirakan setara dengan 200 bom Hiroshima, dan dengan cara ini, transfer energi untuk mengubah jalur asteroid menjadi jauh lebih berhasilan dibandingkan dengan pemboman secara langsung pada permukaannya.Simulasi menunjukkan bahwa metode ini mampu menghancurkan total asteroid berdiameter 100 meter. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Space: Science & Technology pada bulan Mei melaporkan bahwa mengebumikan bom pada kedalaman 30 meter dapat meningkatkan perubahan kecepatan asteroid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan ledakan yang dilakukan di permukaan. Penyelesaian teknologi yang lebih sederhana dan lebih efektif ini dibandingkan dengan strategi tabrakan satu kali menunjukkan potensi besar dalam mengatasi ancaman yang muncul dari luar angkasa.Namun, ada beberapa keterbatasan dalam penerapan strategi ini. Meskipun memiliki keunggulan teknis, metode ini memerlukan pengembangan lebih lanjut dan pengujian untuk memastikan keefektifannya dalam situasi nyata. Masih terdapat tantangan dalam otomatisasi operasi tanpa awak yang diperlukan untuk menjalankan prosedur ini, termasuk keandalan sistem navigasi dan waktu pengoperasian yang tepat antara penetrator dan bom nuklir.
Penetrator logam adalah perangkat yang dirancang untuk menembus permukaan asteroid dengan kecepatan tinggi. Dalam konteks ini, penetrator berfungsi untuk membuat kawah yang cukup dalam agar bom nuklir dapat ditempatkan secara efektif, sehingga meningkatkan kemungkinan hasil yang sukses dalam menghancurkan asteroid. Keberadaan penetrator ini menambah kompleksitas teknologi yang diperlukan, namun menjadi kunci dalam metode yang diusulkan untuk bertahan dari ancaman asteroid.
Kedepannya, penggunaan teknologi ini untuk menghancurkan atau mengalihkan asteroid berpotensi mengubah cara kita menghadapi ancaman luar angkasa secara global. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dalam bidang penelitian dan teknologi pertahanan planet menjadi semakin penting. Dengan risiko asteroid yang mengincar Bumi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu, investasi dalam pengembangan metode ini akan semakin mendesak untuk melindungi generasi mendatang. Mengingat mendatangnya tantangan keamanan ini, penting bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan global demi keamanan masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Agu 2026, 21.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)