TLDR
Misi China bertujuan untuk mengubah trajektori asteroid secara langsung untuk melindungi Bumi. Misi ini akan menggunakan dua pesawat luar angkasa untuk melakukan benturan dan pengamatan pasca-benturan. Kecepatan benturan pesawat luar angkasa China lebih tinggi dibandingkan dengan misi DART NASA. Pomodo.id - Misi China akan menguji sistem pertahanan planet dengan menabrak asteroid kecil, menunjukkan ambisi yang lebih besar dibandingkan dengan misi DART dari NASA. Dalam proyek ini, China bertujuan untuk secara langsung mengubah jalur sebuah asteroid sehubungan dengan Bumi, alih-alih hanya memindahkan orbit asteroid tersebut di sekitar asteroid lain seperti yang dilakukan NASA. Obyek yang menjadi target misi ini diharapkan bisa memecah atau mengubah struktur asteroid tersebut, jika diperlukan.Misi ini dipimpin oleh Li Mingtao, ilmuwan utama untuk pertahanan planet di China National Space Administration (CNSA). Pesawat luar angkasa yang direncanakan akan melakukan tabrakan dengan kecepatan lebih dari 9 kilometer per detik, yang setara dengan lebih dari 26 kali kecepatan suara di dekat permukaan laut. Kecepatan ini hampir 50% lebih cepat dibandingkan dengan pesawat DART yang menabrak asteroid pada kecepatan 6,1 kilometer per detik. Saat peluncuran misi ini direncanakan, asteroid yang menjadi target diperkirakan akan mendekati Bumi dalam jangkauan sekitar 7 juta kilometer di tahun 2029 atau 2030.
Misi ini berfokus pada pengujian sistem pertahanan planet untuk menghadapi ancaman dari asteroid. Penting untuk dipahami bahwa sistem pertahanan planet tidak hanya berfungsi untuk menggeser asteroid dari jalurnya, tetapi juga dapat digunakan untuk menghancurkan asteroid yang dianggap terlalu berbahaya bagi Bumi. Mispersepsi umum adalah bahwa semua asteroid dapat dihancurkan atau diubah tanpa konsekuensi, padahal cara dan teknik yang digunakan harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan.
Namun, misi ini masih dihadapkan pada tantangan dan risiko. Misalnya, meskipun proyek ini ambisius, tidak ada jaminan bahwa tabrakan bisa dijadwalkan dengan sempurna untuk mencapai dampak yang diinginkan pada asteroid. Penelitian terkini juga menekankan bahwa meskipun sistem pertahanan planet dapat dipersenjatai dengan teknologi canggih, hasil dari dampak tersebut mungkin tidak sepenuhnya dapat diprediksi dan bisa berpotensi menimbulkan risiko baru jika struktur asteroid pecah dan menyebar ke arah Bumi.Melihat ke depan, keberhasilan misi ini dapat mengubah cara dunia mempersiapkan diri untuk ancaman dari asteroid. Ini menandai langkah penting dalam peningkatan teknologi mempertahankan planet dan bisa meningkatkan keamanan global dari potensi dampak asteroid. Dengan misi ini, China menunjukkan komitmennya dalam perlindungan planet dan kemajuan ilmiah dalam pengawasan objek dekat Bumi.Artikel ini disintesis dari 2 sumber.