TLDR
Kemitraan antara Frontier dan Carbonfuture menghasilkan kredit karbon terbesar dari proyek berbasis etanol. Proyek Spirit menangkap CO₂ dari proses fermentasi etanol dan menyimpannya secara geologis. Meskipun ada pengurangan karbon, proses ini tidak sepenuhnya negatif karbon karena penggunaan energi dan sumber daya untuk menanam jagung. Pomodo.id - Kerja sama terbaru antara Frontier Infrastructure Holdings dan Carbonfuture berfokus pada penciptaan dan pemasaran kredit karbon dari CO₂ yang dihasilkan oleh pabrik etanol di wilayah Mountain West dan Texas, Amerika Serikat. Dalam perjanjian ini, Frontier akan mengelola CO₂ fisik, sementara Carbonfuture akan membantu menjual kredit yang dihasilkan. Ini adalah kesepakatan penghilangan karbon dioksida dari bioenergi berbasis etanol (BECCS) terbesar yang pernah ditandatangani, yang dikenal sebagai “Proyek Spirit”.Proyek ini akan menyediakan 750.000 kredit karbon yang dapat dibeli oleh pembeli korporat dan institusi melalui Carbonfuture setelah aktif. Proses yang dilakukan mencakup penyerapan CO₂ dari jagung, yang kemudian dipanen dan difermentasi untuk menghasilkan etanol, melepaskan CO₂ yang relatif murni. Biasanya, CO₂ ini akan dilepaskan kembali ke atmosfer, namun di bawah Proyek Spirit, gas ini akan ditangkap pada sumbernya. Gas yang tertangkap akan dikompresi dan dicairkan untuk diangkut menggunakan kereta khusus menuju Wyoming, di mana ia kemudian disuntikkan ke dalam wadah penyimpanan geologis yang dalam.
Proyek Spirit adalah inisiatif yang bertujuan untuk menangkap dan menyimpan CO₂ dari proses fermentasi jagung menjadi etanol. Pentingnya proyek ini terletak pada kemampuannya untuk secara signifikan mengurangi emisi karbondioksida, yang merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim. Proyek ini bukan hanya sekedar alat mitigasi terhadap perubahan iklim tetapi juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk berkontribusi pada pengurangan jejak karbon mereka melalui kredit karbon yang dapat diperdagangkan. Proyek ini akan disertifikasi di bawah metodologi Puro.earth’s Geologically Stored Carbon (GSC), dengan pemantauan, pelaporan, dan verifikasi disediakan oleh Mangrove Systems.
Namun, ada tantangan terkait implementasi teknologi ini. Proses penghilangan dan penyimpanan CO₂ dalam jumlah besar memerlukan investasi awal yang signifikan, dan ada keraguan terkait efisiensi jangka panjang dari metode penyimpanan geologis. Terdapat juga kekhawatiran tentang kemampuan untuk memastikan bahwa CO₂ benar-benar disimpan tanpa risiko kebocoran di masa depan.Pengembangan seperti ini menunjukkan kemungkinan pertumbuhan pasar kredit karbon, dengan Proyek Spirit bisa jadi menjadi model yang menginspirasi untuk inisiatif hijau serupa di negara lain, termasuk potensi dampaknya bagi negara seperti Indonesia. Dengan dukungan dan kemitraan yang tepat, teknologi ini bisa mendorong inovasi di sektor energi terbarukan dan membantu memenuhi target pengurangan emisi global. Hal ini menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara sektor publik dan swasta, keberlanjutan bisa dicapai dengan cara yang lebih sistematis dan terukur.