TLDR
Convertus Group telah mengamankan $135 juta CAD untuk fasilitas biofuel di York Region, Ontario. Fasilitas ini akan mengolah limbah makanan menjadi gas metana terbarukan, pupuk, dan CO₂ cair. Proyek ini diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2027 dan akan memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Pomodo.id - Convertus Group telah mengamankan dana sebesar $135 juta CAD untuk fasilitas biofuel unggulannya yang terletak di York Region, Ontario. Fasilitas ini akan mengubah limbah makanan rumah tangga menjadi gas metana yang dapat digunakan, pupuk, dan CO₂ cair dalam kemasan. Fasilitas ini, yang dijelaskan oleh Convertus sebagai “canggih”, diharapkan dapat memproses sekitar 200.000 ton limbah organik yang terpisah dari sumbernya dalam operasinya. Dari jumlah tersebut, perusahaan mengklaim fasilitas ini dapat memproduksi antara 350.000 hingga 400.000 gigajoule gas alam terbarukan setiap tahun.Seluruh proses akan dimulai saat limbah makanan tiba di fasilitas dari York Region. Plastik dan kontaminan lain akan dihilangkan, dan limbah organik selanjutnya akan dicampur menjadi adonan yang dapat dipompa. Campuran ini kemudian disimpan dalam tangki besar yang kedap udara, yang dikenal sebagai pencerna anaerobik. Di dalam pencerna ini, campuran tersebut akan diberi makan oleh sekelompok mikroba yang akan menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan. Gas ini kemudian akan dimurnikan dan terkonsentrasi, siap untuk diekspor ke jaringan gas lokal sebagai gas alam terbarukan (RNG).Fasilitas tersebut diperkirakan dapat menghasilkan cukup RNG untuk memanaskan sekitar 5.000 rumah setiap tahunnya setelah beroperasi secara penuh. Namun, proses ini tidak hanya berhenti di situ. CO₂ yang dihasilkan juga akan dimurnikan, dikompresi, dan didinginkan untuk menghasilkan CO₂ cair yang memenuhi standar makanan. Ini menjadikan fasilitas ini tidak hanya sebagai penghasil energi terbarukan tetapi juga membantu mengatasi emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan oleh limbah makanan.
Gas Alam Terbarukan (RNG)
Gas Alam Terbarukan (RNG) adalah gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi limbah organik dalam kondisi anaerobik. RNG memiliki nilai tinggi dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan dapat digunakan sebagai pengganti gas alam konvensional. Meskipun beberapa orang beranggapan bahwa gas alam terbarukan mungkin kurang efisien atau lebih mahal dibandingkan gas konvensional, teknik pemurnian dan pengolahan modern telah menjadikannya alternatif yang sangat viable.
Walaupun demikian, proyek ini menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga dana dan ketergantungan pada kebijakan limbah serta pengolahan yang dapat berdampak pada pasokan dan pengaturan limbah di tingkat lokal. Ada pula kekhawatiran terkait keberlanjutan dalam jangka panjang terkait alokasi biaya dengan pembangunan infrastruktur yang baik. Praktik terbaik dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan harus terus diperbaiki dan diadaptasi agar proyek semacam ini dapat berhasil di masa mendatang.Pengembangan fasilitas biofuel di Ontario ini mencerminkan tren yang semakin berkembang dalam pengelolaan limbah dan energi terbarukan secara global. Jika berhasil, ini dapat memacu Indonesia untuk mempertimbangkan pendekatan serupa dalam mengelola limbah organik dan menghasilkan energi, mengingat tantangan yang sama dihadapi dalam urusan kelestarian lingkungan dan pemulihan sumber daya. Potensi menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan perlu dikejar dengan investasi dalam teknologi dan infrastruktur.