Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tekanan Inflasi dan Sentimen Buruk Hambat Reli Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
28 Apr 2026
142 dibaca
1 menit
Tekanan Inflasi dan Sentimen Buruk Hambat Reli Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

AI summary

Ekspektasi inflasi yang meningkat dapat membatasi kemampuan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.
Harga Bitcoin mungkin mengalami penurunan lebih lanjut jika tidak dapat memulihkan rata-rata pergerakan jangka pendek.
Indeks DeFi menunjukkan ketahanan meskipun terjadi eksploitasi di KelpDAO, menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam industri.
Harga Bitcoin sempat naik di atas 79.000 dolar AS minggu ini namun kemudian turun kembali ke kisaran 76.500 dolar AS. Penurunan ini mengikuti data sentimen konsumen yang terjun ke level terendah sepanjang masa karena tekanan inflasi yang diperparah oleh konflik di Iran.Survei University of Michigan menunjukkan indeks sentimen konsumen turun menjadi 49,8, dengan ekspektasi inflasi jangka pendek melonjak ke 4,8% dan jangka panjang mencapai 3,5%. Federal Reserve diperkirakan akan menjaga suku bunga tinggi di 3,5%-3,75% untuk mengatasi risiko inflasi yang meningkat tersebut.Kenaikan tekanan inflasi dan sikap hawkish bank sentral global diprediksi akan membatasi kenaikan Bitcoin dan aset risiko lain dalam jangka pendek. Namun, aliran masuk ETF dan kolaborasi industri untuk mengatasi masalah keamanan membantu token DeFi bertahan lebih baik dari pasar kripto umum.

Experts Analysis

Timothy Misir
Kenaikan suku bunga di zona Euro dan Inggris sudah hampir pasti, tapi ketidakjelasan data ekonomi saat ini menjadi penghalang dalam pengambilan keputusan yang tepat.
Bitfinex Analysts
Pergerakan ekspektasi inflasi jangka panjang menjadi perhatian utama Fed, dan pergeseran tajam dalam ekspektasi ini menghambat kemungkinan pelonggaran kebijakan segera.
Editorial Note
Koreksi harga Bitcoin saat ini mencerminkan ketidakpastian makroekonomi yang nyata, terutama karena ekspektasi inflasi yang belum bisa dikendalikan. Jika sentimen konsumen terus memburuk dan kebijakan moneter tetap ketat, tekanan jual pada aset berisiko seperti Bitcoin dapat berlanjut hingga ada tanda stabilisasi ekonomi lebih jelas.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.