TLDR
Penelitian ini menghasilkan sel surya tandem dengan efisiensi konversi daya mencapai 29,71 persen. Penggunaan bis(2-pyridylmethyl) sulfide meningkatkan stabilitas dan kualitas lapisan perovskite. Sel surya tandem menunjukkan ketahanan yang kuat dengan mempertahankan lebih dari 91 persen dari efisiensi awal setelah 2.000 jam operasi. Pomodo.id - Selama ini, sel surya menjadi salah satu solusi energi terbarukan yang menjanjikan untuk mengatasi krisis energi global dan perubahan iklim. Sebuah tim peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok baru-baru ini mengembangkan sel surya tandem baru yang berhasil mencapai efisiensi konversi daya sebesar 29,71 persen. Inovasi ini menjanjikan peningkatan stabilitas bagi bahan perovskit yang digunakan, berkat penambahan senyawa berbasis sulfur yang disebut bis(2-pyridylmethyl) sulfide (2PyS). Senyawa ini membantu mengurangi cacat kecil yang biasanya menurunkan kinerja sel tersebut seiring waktu.Dalam penelitian ini, sel surya yang dikembangkan memadukan teknologi perovskit dan CIGS (tembaga, indium, gallium, dan selenium) yang berbeda untuk menangkap lebih banyak cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Struktur sel ini terdiri dari lapisan perovskit di atas dan sel CIGS di bawah. Lapisan perovskit dirancang untuk menyerap cahaya matahari dengan energi tinggi, sementara lapisan CIGS menangkap cahaya rendah energi yang melewati lapisan atas. Dengan membagi penyerapan cahaya matahari antara dua material, sel surya tandem dapat menghasilkan lebih banyak energi dibandingkan dengan sel surya satu lapisan yang konvensional.Meskipun pencapaian ini menggembirakan, tantangan utama dengan bahan perovskit bergap lebar adalah efisiensinya yang sering kali terpengaruh oleh degradasi material dari waktu ke waktu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa peningkatan stabilitas ini dapat direplikasi secara luas dan diimplementasikan secara efektif dalam produksi massal sel surya. Penerapan senyawa baru untuk meningkatkan stabilitas juga menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk inovasi dalam pengembangan sel surya yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.
Apa itu Sel Surya Tandem?
Sel surya tandem adalah jenis sel surya yang menggabungkan dua teknologi berbeda untuk menangkap dan mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Dengan memanfaatkan dua lapisan bahan yang berbeda, sel ini dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi daripada sel surya konvensional yang hanya menggunakan satu lapisan. Meskipun sel ini sudah ada sebelumnya, inovasi terbaru menunjukkan potensi untuk mengatasi masalah stabilitas yang dihadapi oleh banyak teknologi solar berbasis perovskit.
Oleh karena itu, perkembangan sel surya tandem ini dapat menjadi langkah penting menuju panel surya generasi mendatang yang lebih efisien dan tahan lama, meningkatkan kesesuaian mereka untuk penggunaan komersial. Peningkatan efisiensi sel surya tidak hanya akan mendukung transisi ke energi terbarukan yang lebih berkelanjutan, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya energi dalam jangka panjang, sehingga menarik perhatian bagi investor dan industri energi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.Dengan memasuki era di mana energi terbarukan menjadi semakin penting, penelitian seperti ini menawarkan secercah harapan untuk meningkatkan kemandirian energi suatu negara dan mengurangi dampak lingkungan dari sumber energi yang lebih tradisional. Upaya untuk meningkatkan kinerja dan keandalan sel surya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap tujuan pengurangan emisi karbon di negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada energi fosil untuk memenuhi kebutuhan energinya.