TLDR
Opsi put $60,000 menjadi posisi paling populer di pasar opsi, menunjukkan ketidakpastian harga bitcoin. Setelah pertemuan Fed, opsi call dengan strike price tinggi mengalami penurunan signifikan dalam minat terbuka. Sejarah menunjukkan bahwa bulan Agustus biasanya menghasilkan pengembalian negatif setelah bulan Juli yang positif untuk harga bitcoin. Pomodo.id - Pergerakan pasar opsi Bitcoin menunjukkan pergeseran signifikan menjelang bulan Agustus. Di bursa opsi terbesar di dunia, Deribit, opsi put dengan strike price $60,000 kini menjadi salah satu posisi terbanyak diperdagangkan, dengan nilai notional terbuka mencapai $1,17 miliar. Para trader membeli opsi put untuk melindungi diri dari kemungkinan penurunan harga. Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency terbesar, mengalami penurunan di bawah $60,000, namun sempat pulih kembali menjadi lebih dari $63,000.Sebelum situasi ini, opsi call dengan strike price $70,000 dan $72,000 masing-masing memegang nilai notional terbuka sebesar $2,5 miliar, menunjukkan semangat optimis di kalangan para trader. Namun, setelah pertemuan Federal Reserve yang diharapkan menghasilkan keputusan positif mengenai suku bunga tidak terpenuhi, posisi tersebut mengalami penutupan secara signifikan. Saat ini, nilai notional terbuka untuk opsi call $70,000 telah menurun menjadi $943 juta, dan $72,000 menjadi $888 juta. Meskipun nominal ini masih cukup besar, angkanya jauh di bawah angka untuk opsi put yang menunjukkan dominasi bearish di pasar.Meskipun data ini menunjukkan adanya peningkatan pada call options, rasio put/call mengalami penurunan dari 0,76 pada akhir Juni menjadi sekitar 0,52, yang menunjukkan bahwa pasar menjadi lebih sedikit defensif. Ini berarti bahwa para trader tidak lagi memperkuat perlindungan mereka dari penurunan harga, dan lebih memilih untuk mengambil posisi bullish yang lebih agresif terhadap potensi harga naik. Namun, risiko tetap tinggi, terutama dengan pengeluaran akhir minggu yang melibatkan opsi sebesar $10 miliar untuk Bitcoin dan Ethereum, yang dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.
Opsi put adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu. Di pasar yang bergejolak seperti cryptocurrency, opsi put sering digunakan untuk melindungi dari penurunan harga yang tidak terduga. Dalam konteks saat ini, popularitas opsi put dengan strike price $60,000 mencerminkan ketakutan bahwa harga Bitcoin mungkin akan turun lebih jauh, memberikan sinyal bearish yang jelas bagi para trader.
Dengan mempertimbangkan dynamika saat ini, pasar opsi menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin berhasil pulih setelah penurunannya, sentimen di sekitar pasar tetap waspada. Ini menciptakan kondisi yang berpotensi volatile, terutama menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan datang tanggal 2 Agustus. Jika keputusan tersebut tidak sesuai harapan trader, kita mungkin akan melihat lebih banyak tekanan harga di pasar Bitcoin dan penguatan lebih lanjut pada posisi put yang menunjukkan perlindungan terhadap penurunan harga.Situasi ini juga relevan untuk trader di Indonesia, yang mungkin mengikuti tren global dan merespons perubahan yang terjadi di pasar internasional. Dengan nilai Bitcoin yang fluktuatif, potensi untuk mengubah strategi investasi berdasarkan data pasar internasional ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi investor domestik.