Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

LinkedIn Luncurkan Fitur Baru Untuk Melaporkan Konten AI Slop Yang Mengganggu

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
31 Jul 2026
51 dibaca
3 menit
LinkedIn Luncurkan Fitur Baru Untuk Melaporkan Konten AI Slop Yang Mengganggu

TLDR

LinkedIn meluncurkan fitur baru untuk mengatasi konten yang dihasilkan oleh AI yang dianggap tidak berkualitas.
Pengguna dapat melaporkan konten yang dianggap 'AI slop', yang akan membantu LinkedIn meningkatkan umpan berita.
Terdapat kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan fitur pelaporan ini untuk merugikan kompetitor.
Pomodo.id - LinkedIn baru-baru ini meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), yang dikenal dengan sebutan "AI slop". Fitur ini muncul di menu tiga titik pada setiap pos yang tampak tidak otentik dengan opsi untuk menandai konten sebagai yang "Tampak seperti AI slop". Setelah dilaporkan, LinkedIn akan mengucapkan terima kasih atas masukan tersebut dan menyembunyikan pos yang terdeteksi. CEO produk LinkedIn, Hari Srinivasan, menegaskan bahwa mengatasi masalah AI slop adalah prioritas utama bagi perusahaan dan menjelaskan bagaimana masukan pengguna dapat digunakan untuk memperbaiki algoritma konten mereka.Fitur pelaporan ini merupakan bagian dari langkah lebih luas LinkedIn dalam mengurangi jumlah konten AI slop di platform mereka. Data dari Pangram menunjukkan bahwa 41% dari kiriman panjang yang terlihat di LinkedIn telah teridentifikasi sebagai sepenuhnya dihasilkan oleh AI. LinkedIn juga mencatat bahwa mereka berinvestasi dalam deteksi otomatis, mencatat bahwa mereka memblokir ratusan ribu upaya komentar otomatis setiap hari, serta miliaran upaya automasi lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, mereka merencanakan pengujian privasi untuk memberikan pengguna kemampuan untuk mengetahui jika pos yang mereka buat dianggap tidak otentik atau sangat bergantung pada AI dalam analisis pribadi mereka.Meskipun LinkedIn berupaya mengatasi masalah ini, ada tantangan dalam menentukan batasan antara konten yang dihasilkan AI dan konten berkualitas rendah lainnya. AI slop sulit didefinisikan, dan perubahannya seringkali menyesuaikan dengan preferensi pengguna. Ini menunjukkan bahwa penilaian manusia masih menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas konten, yang menekankan bahwa algoritma AI tidak selalu dapat diandalkan dalam mengidentifikasi konten yang tidak otentik. Pengguna perlu memiliki suara dalam menentukan apa yang diunggah di platform mereka, dan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada deteksi otomatis.Melihat perkembangan ini, ada implikasi penting untuk masa depan LinkedIn dan platform sosial lainnya. Dengan meningkatnya ketergantungan pengguna pada konten berkualitas sebagai dasar interaksi sosial mereka, peluncuran fitur ini dapat menjadi langkah positif untuk menyaring konten yang tidak diinginkan. Platform sosial, secara keseluruhan, harus lebih tanggap terhadap umpan balik pengguna untuk meningkatkan kualitas interaksi dan menjaga keaslian, terutama di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh arus konten otomatis yang semakin meningkat.
AI Slop
AI slop merujuk pada konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Masalah ini menjadi sorotan karena pengguna semakin frustrasi dengan kiriman yang tampak tidak otentik dan tidak membawa nilai. Penting untuk memahami bahwa meskipun teknologi AI dapat membantu dalam produksi konten, tidak semua konten yang dihasilkan mencerminkan pandangan atau ide yang otentik dari penggunanya.
Dengan fitur pelaporan baru ini, LinkedIn mendorong keterlibatan aktif dari komunitas untuk menjaga kualitas platform dan menciptakan ruang bagi percakapan yang lebih tulus serta bermakna. Inisiatif ini mungkin juga memberi inspirasi bagi platform lain untuk mengambil langkah serupa dalam meningkatkan pengalaman pengguna mereka terkait dengan konten yang dihasilkan AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.