TLDR
Pavel Durov dituduh oleh FSB membantu aktivitas teroris dan terdaftar dalam daftar pencarian internasional. Telegram telah dikenakan denda lebih dari 100 juta rubel karena tidak menghapus konten yang dilarang di Rusia. Gram, token asli dari The Open Network, akan diluncurkan sebagai dompet non-kustodian di aplikasi Telegram. Pomodo.id - Pavel Durov, pendiri Telegram, telah dituduh oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) karena diduga mendukung aktivitas teroris terkait dengan kegagalan platformnya dalam menghapus konten yang dianggap ilegal di Rusia. FSB menempatkan Durov pada daftar pencarian internasional, mengklaim bahwa Telegram tidak menghapus saluran, obrolan, dan bot yang digunakan oleh layanan intelijen Ukraina dan kelompok ekstremis untuk merencanakan serangan, sabotase, serta penipuan siber di Rusia. Tuduhan ini mencakup aspek serius, di mana tindakan tersebut disebut mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk wanita dan anak-anak.Sumber Internfax melaporkan bahwa Durov menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah berdasarkan Pasal 205.1 dari Kode Kriminal Rusia, yang mengatur mengenai keterlibatan dalam aktivitas terorisme. Sejak awal tahun, Telegram telah mendapatkan denda lebih dari 100 juta rubel (sekitar $1,25 juta) karena melanggar hukum Rusia dengan tidak menghapus konten terlarang. Penyelidikan ini muncul setelah Rusia mulai membatasi operasi Telegram, dengan klaim bahwa platform tersebut telah menjadi saluran distribusi bagi banyak aktivitas ilegal.
Telegram adalah aplikasi pesan instan yang berfokus pada privasi dan keamanan, yang juga berfungsi sebagai salah satu platform distribusi terbesar untuk kripto. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna, Telegram mendukung berbagai proyek komunitas, kelompok perdagangan, serta aplikasi berbasis blockchain, termasuk Mini Apps. Mini Apps memfasilitasi pembayaran dan aset tokenisasi, membantu pengguna dalam mengelola berbagai transaksi cryptocurrency. Hal ini menunjukkan pentingnya Telegram dalam dunia kripto, serta tantangan yang dihadapi ketika dihadapkan dengan regulasi dan tuduhan berat.
Tuduhan terhadap Durov dan tindakan terhadap Telegram dapat memicu dampak negatif bagi nilai dan operasi proyek-proyek terkait kripto. Durov baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk meluncurkan dompet non-kustodian untuk Gram, token asli dari The Open Network, yang kini memiliki harga sekitar $1,42. Namun, dengan adanya ancaman kriminal yang membayangi, proyek ini bisa mengalami dampak kepercayaan dari pengguna dan investor.Selanjutnya, tuduhan ini memper aina bahwa blokade yang ketat terhadap Telegram di Rusia bisa mengurangi akses pengguna ke sumber daya dan informasi yang berkaitan dengan kripto. FSB menyebutkan penangkapan 46 warga Rusia berusia antara 12 hingga 22 tahun yang diduga terlibat dalam aktivitas sabotase yang direkrut melalui bot Telegram, menekankan dampak nyata dari situasi ini. Penegakan hukum yang ketat terhadap Telegram tidak hanya akan mempengaruhi platform tersebut, tetapi juga dapat mempengaruhi ekonomi yang lebih luas, terutama dalam konteks ekonomi digital yang sedang tumbuh di Rusia dan sekitarnya.Dalam jangka panjang, perkembangan ini berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di ruang lingkup kripto, karena pengguna dan investor mungkin akan semakin waspada terhadap platform yang dihadapkan pada regulasi ketat dan tuduhan serius. Jika situasi ini tidak diperbaiki, bisa jadi akan semakin sulit bagi Telegram untuk mempertahankan perannya sebagai pusat untuk proyek-proyek blockchain dan kripto, dan integrasi bisnis berbasis kripto dalam jangka panjang mungkin akan terganggu oleh kendala regulasi yang terus berkembang.