TLDR
Pasar crypto menunjukkan pergerakan campuran menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Inflasi yang mencapai 4,1% mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Volatilitas harga Bitcoin dan Ether mencerminkan ketidakpastian di pasar menjelang pengumuman penting. Pomodo.id - Pasar crypto menunjukkan gejolak jelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan akan diumumkan pada hari Rabu. Indeks CoinDesk 20 mengalami peningkatan sebesar 0,41% sejak tengah malam UTC, dengan setengah dari anggotanya mencatatkan kenaikan dan setengah lainnya mengalami penurunan. Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency terbesar, diperdagangkan pada harga $64.364,00, mengalami kenaikan 0,75% setelah sebelumnya jatuh dalam 48 jam terakhir yang sangat volatil. Dalam periode itu, Bitcoin sempat melonjak hingga mencapai $66.700 sebelum anjlok ke titik terendah $62.400 akibat penurunan tajam di saham-saham Korea Selatan.Inflasi di Amerika Serikat kini berada pada angka 4,1%, yang memberikan alasan kuat bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Namun, suasana pasar sedikit teredam karena jeda konflik antara Iran dan AS mengurangi tekanan pada harga minyak, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga. Ether, yang merupakan cryptocurrency kedua terbesar setelah Bitcoin, mengalami penurunan sebesar 0,13% pada hari ini. Futures indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 menunjukkan tren positif, sementara harga emas bertahan di atas $4.000, dan perak naik 1,40%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar lebih memilih untuk melindungi diri daripada mengambil risiko menjelang pengumuman yang akan datang.
Indeks CoinDesk 20 merupakan ukuran kinerja cryptocurrency yang meliputi dua puluh aset digital teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Indeks ini penting bagi investor dan para analis karena menggambarkan kondisi pasar crypto secara keseluruhan. Dengan fluktuasi nilai yang bisa mencerminkan sentimen pasar, Indeks CoinDesk 20 sering digunakan sebagai benchmark untuk menilai kinerja dan tren di sektor aset digital. Mispersepsi umum adalah bahwa indeks ini hanya mencakup Bitcoin, padahal ia juga meliputi aset lainnya yang signifikan seperti Ether dan Binance Coin.
Di sisi lain, kenaikan harga energi hasil dari konflik di Timur Tengah mungkin telah membalikan arah sentimen pasar. Penghentian serangan oleh AS dan Iran di Selat Hormuz telah menyebabkan penurunan tajam harga minyak Brent dari di atas $100 menjadi sekitar $87 per barel. Pengaruh ini dirasakan di berbagai kelas aset, termasuk di pasar saham, di mana futures Nasdaq 100 dan S&P 500 mencatatkan kenaikan masing-masing 1,36% dan 0,80%. Namun, dengan Bitcoin saat ini diperdagangkan sedikit lebih rendah di $65.200, terpantau ada ketidakpastian yang mendasar dalam sentimen pasar meskipun ada perbaikan yang terlihat.Kesimpulannya, meskipun kondisi pasar saat ini menunjukkan beberapa tanda perbaikan dan pemulihan, ketidakpastian tetap menjadi tema yang dominan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Pelaku pasar sebisa mungkin menghadapi risiko dengan pola pikir konservatif, berupaya menjaga keuntungan sambil menanti tindakan akhir dari Federal Reserve. Ini juga mencerminkan bagaimana keputusan moneter dapat secara langsung mempengaruhi tidak hanya pasar cryptocurrency tetapi juga pasar aset lainnya, menegaskan hubungan kompleks antara ekonomi dan spekulasi di pasar rancangan crypto.